JAKARTA – Wacana untuk membuka cabang universitas di luar negeri pernah muncul dari institusi pendidikan tinggi di Indonesia, salah satunya adalah IPB University. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Prof. Dr. Khairul Munadi.
“Untuk wacana ya memang sempat pernah membuka IPB University. Ya ada wacana,” ujar Khairul saat ditemui usai acara Akademi Kepemimpinan Pendidikan Tinggi (AKPT) 2026 Angkatan 1 Tahap IV di Science Techno Park Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, pada Kamis (22/10/2026).
Khairul menambahkan bahwa pembukaan cabang di luar negeri akan didorong sesuai dengan kapasitas dan kemampuan perguruan tinggi.
Lebih lanjut, Khairul menekankan bahwa Kemendikbudristek ingin universitas di Indonesia lebih fokus pada kontribusi nyata, bukan sekadar pengakuan atau rekognisi internasional. Pihaknya mendorong agar kerja sama internasional yang dijalin dapat menghasilkan kontribusi yang berarti.
“Jadi kalau ada perguruan tinggi yang kemudian sudah merasa punya potensi dan juga siap ya secara sumber daya, kenapa tidak?,” tuturnya.
Namun, ia mengingatkan pentingnya aspek kontribusi yang harus lebih dikuatkan dibandingkan hanya mengejar rekognisi semata.
Target Internasionalisasi Universitas di Indonesia
Kemendikbudristek menargetkan internasionalisasi universitas di Indonesia tidak hanya terukur dari hasil pemeringkatan, tetapi juga melalui penguatan institusi melalui kemitraan dengan mitra internasional.
“Kita membangun kemitraan dengan mitra mitra internasional ya kemudian setelah itu tentu saja ekosistem pendidikan tinggi kita juga membutuhkan apa keterlibatan ya dari berbagai institusi lainnya termasuk dosen, mahasiswa dan sebagainya yang pada akhirnya nanti kalau itu dilakukan dengan baik secara alamiah akan berdampak pada ranking,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemeringkatan bukanlah tujuan utama, melainkan konsekuensi dari terjalinnya kemitraan yang baik.
“Jadi bukan ranking yang kita kedepankan, tapi ranking adalah konsekuensi dari kemitraan,” tambahnya.
Selain penguatan institusi, Kemendikbudristek juga menekankan pentingnya kontribusi universitas dalam menjawab berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.
“Jadi kalau ditanya dampaknya ke ranking itu beyond ranking ya. Ke ranking hanya konsekuensi saja dari perubahan,” pungkasnya.
Komentar