YOGYAKARTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta berhasil meraih predikat kualitas penelitian terbaik di Indonesia versi THE WUR 2027. Prestasi ini menempatkan UIN Sunan Kalijaga sebagai kampus terbaik kedua di Indonesia secara keseluruhan.
Pemeringkatan THE WUR 2027 melibatkan lima pilar penilaian utama: pengajaran (lingkungan belajar), lingkungan penelitian (volume, pendapatan, reputasi), kualitas penelitian (dampak sitasi, kekuatan, keunggulan, pengaruh), pandangan internasional (staf, mahasiswa, penelitian), dan industri (pendapatan, paten). Setiap indikator dinilai dengan skor standar 0-100.
Dalam daftar pemeringkatan nasional, Universitas Indonesia menduduki peringkat teratas dengan skor total 42,4-43,3. UIN Sunan Kalijaga menyusul di posisi kedua dengan skor 36,4-40,1. Namun, pada aspek spesifik ‘kualitas penelitian’, UIN Sunan Kalijaga unggul signifikan.
UIN Sunan Kalijaga mencatatkan skor 82,8 untuk kualitas penelitian, melampaui Universitas Indonesia yang memperoleh 44,7 dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 36,3. Hal ini menunjukkan kekuatan riset UIN Sunan Kalijaga yang diakui secara internasional.
Dosen Berkualitas Jadi Kunci Keunggulan UIN Jogja
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga, Dr. Abdul Qoyum, SEI, M.Sc.Fin, mengungkapkan bahwa kualitas dosen dan periset di UIN Sunan Kalijaga menjadi faktor utama pencapaian ini. Banyak di antara mereka adalah lulusan berkualitas dari universitas ternama di dalam maupun luar negeri.
“UIN Suka memiliki dosen-dosen berkualitas, lulusan LN (luar negeri) dan DN (dalam negeri). Bahkan dari kampus top dunia. Bahkan banyak dari top 10 dunia. Ini yang orang tidak ketahui,” ujar Dr. Qoyum kepada detikEdu, Kamis (1/10/2026).
Selain itu, Dr. Qoyum menambahkan bahwa kualitas mahasiswa UIN Sunan Kalijaga terus meningkat, dibuktikan dengan tingginya rasio seleksi atau perbandingan lulusan yang terserap dunia kerja dengan total lulusan.
Iklim keilmuan dan penelitian di UIN Sunan Kalijaga juga dinilai sangat kondusif. Banyak karya intelektual dari UIN Sunan Kalijaga yang menjadi rujukan nasional, terutama dalam bidang seni dan humaniora.
Fokus pada Kualitas dan Tata Kelola Riset
Dr. Qoyum menjelaskan bahwa tradisi penelitian di UIN Sunan Kalijaga menekankan pada kualitas, bukan sekadar kuantitas. Universitas ini tidak mengandalkan skema prosiding untuk meningkatkan jumlah terbitan di Scopus, melainkan menjaga kualitas publikasi.
“Hitungan kami, hampir 80% artikel Scopus yang dihasilkan dosen UIN Suka juga dari Q1,” paparnya, menunjukkan dominasi publikasi di jurnal bereputasi tinggi.
Kebijakan rektorat juga sangat mendukung perbaikan tata kelola riset dengan fokus pada luaran dan kualitas. Pengelolaan riset dilakukan secara transparan dan akuntabel. Bahkan di tengah era efisiensi, UIN Sunan Kalijaga terus memperkuat luaran publikasi berkualitas melalui berbagai insentif dan kuota yang ditingkatkan.
Program hibah inovasi untuk paten dan hilirisasi karya terus digalakkan. Mahasiswa juga didorong aktif dalam riset dan inovasi melalui beragam program yang disediakan.
LPPM UIN Sunan Kalijaga berharap penelitian dosen dan mahasiswa dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas dan perkembangan ilmu pengetahuan. “Ranking bukanlah tujuan akhir. Ini prestasi besar bagi kami dan PTKIN, tapi menjadikan ranking sebagai milestone perbaikan terus-menerus untuk UIN adalah yang terpenting,” pungkas Dr. Qoyum.
Komentar