Bina Nusantara (Binus) University ASO meresmikan kampus baru, School of Engineering, di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi dan Kesehatan Internasional Banten, BSD, Tangerang. Lokasi baru ini menggantikan gedung lama yang sebelumnya berada di Alam Sutera, Tangerang.
Rektor Binus University, Dr. Nelly, menyatakan bahwa Binus ASO telah berdiri selama 14 tahun sebagai hasil kerja sama antara Binus University dan ASO College Group dari Jepang. “Program yang bekerja sama dengan ASO Jepang ini bisa memberikan wawasan yang lebih luas khususnya di bidang engineering kepada seluruh mahasiswa kita,” ujar Nelly saat acara grand launching kampus baru Binus ASO – School of Engineering di BSD, Kabupaten Tangerang, Senin (19/10/2026).
Sementara itu, Board Chairman of ASO College Group, Takeshi Aso, menjelaskan bahwa pemilihan Indonesia dan Binus University sebagai mitra didasari oleh tingginya kebutuhan akan produk otomotif Jepang. Ia menilai kerja sama ini relevan untuk menjawab kebutuhan tersebut. “Lebih dari 10 tahun yang lalu saat saya ke sini, yang bikin saya cukup kaget adalah jumlah kendaraan otomotif buatan Jepang yang berlarian di Indonesia itu lebih banyak daripada di Jepang. Entah itu Daihatsu, Toyota,” ungkap Takeshi.
Kurikulum Teknik Berstandar Internasional
Dekan Binus ASO School of Engineering, Prof. Fergyanto E. Gunawan, memaparkan bahwa kurikulum sekolah teknik ini berstandar internasional, di mana seluruh mahasiswa diwajibkan menguasai bahasa Inggris. “Program yang ada di Binus ASO erat kaitannya dengan program yang ada di Binus reguler, Fakultas Teknik Binus reguler. Program ini terakreditasi internasional oleh ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology) dari Amerika Serikat, serta banyak akreditasi internasional lainnya,” jelasnya.
Selain bahasa Inggris, mahasiswa juga dibekali pembelajaran bahasa Jepang dengan target mencapai level N3 dalam Japanese-Language Proficiency Test (JLPT). Metode pembelajaran di Binus ASO menggabungkan teori dan praktik sejak semester pertama. Mahasiswa tidak hanya mempelajari mata kuliah dasar seperti matematika dan fisika, tetapi juga menerapkannya melalui berbagai proyek. “Kami selalu memberikan mata kuliah yang bersifat proyek. Pada akhirnya mahasiswa masuk ke kelas bukan hanya belajar mengenai mathematics, mengenai physics, tapi bagaimana sains diintegrasikan dan produk harus bisa dihasilkan,” ujar Prof. Fergyanto.
Hingga kini, Binus ASO School of Engineering memiliki 384 mahasiswa dan telah meluluskan sekitar 518 insinyur yang berkarier di berbagai sektor, baik di Indonesia maupun luar negeri, termasuk Jepang. “Totalnya kami menghasilkan lebih dari 300 engineers. Mereka sudah bekerja di banyak tempat, bukan saja di Indonesia, banyak sekali yang ke Jepang dan di berbagai negara,” kata Prof. Fergyanto.
Binus ASO menawarkan tiga program studi S1: Product Design Engineering, Automotive and Robotics Engineering, dan Business Engineering. Kampus baru ini dirancang lebih luas untuk menampung lebih banyak mahasiswa, dengan kuota 150 mahasiswa per prodi setiap tahunnya. Fasilitas yang tersedia meliputi ruang kelas, ruang konsultasi, ruang istirahat, coffee shop, dan ruang praktik.
Buka Peluang Magang hingga Berkarier di Jepang
Kerja sama dengan Jepang memberikan kesempatan bagi mahasiswa Binus ASO untuk mengikuti program pembelajaran dan pengalaman industri di luar negeri. Setiap tahun, 100 mahasiswa dikirim untuk mengikuti summer course di Jepang. Dalam program ini, mahasiswa tidak hanya belajar di kampus mitra, tetapi juga bekerja sama dengan industri lokal di Fukuoka untuk menyelesaikan persoalan perusahaan. “Bahkan sering kami jumpai, beberapa kali terjadi tiap tahun, mahasiswa memberikan solusi yang begitu baik dan company itu memberikan penghargaan finansial atau penghargaan yang lain pada produk atau desain yang mahasiswa kami hasilkan selama berada di sana,” jelas Prof. Fergyanto.
Peluang karier lulusan Binus ASO juga terlihat dari alumni yang sukses berkarir di perusahaan Jepang maupun Indonesia. Prof. Fergyanto mencontohkan seorang alumni bernama Megumi yang mengembangkan kariernya di Jepang dan baru-baru ini meraih penghargaan Design Prize tingkat Asia.
Inovasi Karya Mahasiswa Binus ASO
Mahasiswa Binus ASO School of Engineering telah mengembangkan berbagai inovasi teknologi, mulai dari tangan prostetik untuk penyandang disabilitas hingga robot berbasis kecerdasan buatan (AI). Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah tangan prostetik untuk Oriza Viollinar, yang kehilangan tangan kanannya akibat kecelakaan. Selain itu, Binus ASO juga mengembangkan Mirai, robot berbasis AI yang dirancang untuk mendukung kegiatan penerimaan mahasiswa baru dan memperkenalkan lingkungan kampus.
Komentar