Inovasi Undip: Kendaraan Listrik Pembersih Jalan Sambut Era Modernisasi Perkotaan

Universitas Diponegoro kembangkan Sweeper EV, kendaraan penyapu jalan bertenaga listrik ramah lingkungan untuk mendukung kebersihan perkotaan.

Inovasi Undip: Kendaraan Listrik Pembersih Jalan Sambut Era Modernisasi Perkotaan
Sweeper EV UNDIP, kendaraan penyapu jalan bertenaga listrik karya peneliti Fakultas Teknik Foto: Dok. Undip

Menjawab tantangan kebersihan di ruang publik, Universitas Diponegoro (Undip) melalui tim peneliti mengembangkan sebuah inovasi kendaraan penyapu jalan bertenaga listrik yang diberi nama Sweeper EV. Prototipe kendaraan roda tiga ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas pembersihan di area kampus, perkotaan, hingga fasilitas umum lainnya.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Prof Ir Sulistyo, MT, PhD, memperkenalkan Sweeper EV pada perayaan Dies Natalis ke-69 Undip. Kendaraan ini menggunakan sistem baterai yang dapat diisi ulang, menawarkan solusi ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi CO₂ dari knalpot dan beroperasi dengan tingkat kebisingan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.

“Kami mendesain kendaraan penyapu jalan dengan sistem baterai yang dapat diisi ulang menggunakan listrik. Keunggulannya, saat beroperasi, kendaraan ini tidak menghasilkan emisi CO₂ dari knalpot, sehingga lebih ramah lingkungan dengan tingkat kebisingan yang lebih rendah,” ujar Prof Sulistyo, mengutip laman Undip.

Sweeper EV dilengkapi empat sikat elektrik di sisi kanan dan kiri yang berfungsi menyapu sampah ke bagian tengah. Sampah tersebut kemudian disedot menggunakan sistem vakum berdaya 3kW dengan kekuatan hisap sekitar 15-20 kPa. Prototipe ini dirancang untuk menangani sampah ringan seperti daun kering, ranting kecil, dan debu.

Profesor dari Fakultas Teknik Undip tersebut menjelaskan lebih lanjut mengenai mekanisme penyapuan. “Ada empat unit penyapu, masing-masing 2 di kanan dan 2 di kiri. Ketinggian sikat dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan. Kecepatan putaran sikat dan kekuatan daya isap vakumnya juga bisa diatur pada tingkat rendah, menengah, hingga tinggi mengikuti kondisi permukaan jalan yang dibersihkan,” jelasnya.

Selain sistem penyapuan, direncanakan pula penambahan fitur magnet pada Sweeper EV. Fitur ini berfungsi untuk mendeteksi dan menangkap benda logam kecil seperti paku atau serpihan besi sebelum masuk ke sistem penyedotan. Hal ini bertujuan untuk melindungi mekanisme vakum dari potensi sumbatan atau kerusakan akibat benda asing.

“Sistem magnet ini nantinya berfungsi untuk menangkap benda berbahan logam sebelum masuk ke saluran penyedotan. Dengan begitu, sampah tetap dapat tersedot, sementara komponen blower vakum lebih terlindungi dari risiko tersumbat atau rusak akibat benda asing yang dapat menghambat aliran sampah,” tutur Prof Sulistyo.

Ditenagai oleh motor listrik berdaya 5kW dan baterai lithium 72 volt berkapasitas 300 Ah, Sweeper EV memiliki bobot sekitar 700 kilogram. Kendaraan ini dapat beroperasi optimal selama 3 jam setelah sekali pengisian daya dengan kecepatan maksimum 20 kilometer per jam.

Dengan ukurannya yang ringkas, Sweeper EV diharapkan mampu menjangkau area jalan lingkungan hingga kawasan yang memiliki akses terbatas. Inovasi ini merupakan salah satu upaya Undip untuk mendukung kebersihan kampus secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual.

Meskipun masih berupa prototipe yang memerlukan penyempurnaan fitur keamanan teknis, Sweeper EV menunjukkan komitmen Undip dalam pengembangan teknologi hijau yang mendukung modernisasi perkotaan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *