Kebutuhan tenaga ahli di bidang teknik (engineering) terus meningkat di pasar global, membuka lebar peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk meniti karier internasional. Salah satu negara industri maju yang kini tengah menghadapi krisis kekurangan tenaga insinyur adalah Jepang. Kondisi ini menjadi fokus utama Binus ASO School of Engineering dalam mempersiapkan lulusannya.
Sejak didirikan pada 2014 melalui kerja sama dengan ASO College Group Jepang, Binus ASO School of Engineering telah membuktikan prospek kerja lulusan teknik yang sangat menjanjikan. Dekan BINUS ASO School of Engineering, Prof Fergyanto E Gunawan, mengungkapkan bahwa banyak alumni yang kini sukses berkarier di Jepang sebagai lead engineer, maupun bekerja di perusahaan ternama di Indonesia seperti Toyota Manufacturing.
“Ini adalah salah satu contoh, tapi kita bisa berikan banyak sekali contoh yang bekerja di Jepang menjadi lead engineer, maupun bekerja di Indonesia di Toyota Manufacturing. Kita bisa berikan list-nya yang cukup panjang dari alumni daripada BINUS ASO,” ujar Fergyanto dalam sebuah konferensi pers peresmian fasilitas kampus baru Binus ASO di BSD, Kabupaten Tangerang. Ia menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan Jepang secara berkala mendatangi kampus untuk merekrut calon insinyur.
“Ibu tidak akan menyesal dengan prospek kariernya. Minggu lalu, ada perusahaan Jepang namanya NOK datang ke sini mencari mahasiswa untuk bekerja di Jepang. Di Jepang saat ini sangat kekurangan engineers,” ungkapnya.
Target Lulusan: 87% Tembus Perusahaan Global
Binus ASO School of Engineering memiliki target serapan kerja lulusan (employment rate) yang ketat dan memantau para alumni sejak hari kelulusan. Kampus menargetkan sebanyak 85% lulusan sudah terserap di dunia kerja tepat pada hari wisuda. Angka ini terus meningkat, dengan data kampus mengungkap 90% lulusan terserap kerja dalam waktu 6 bulan pascakelulusan.
Dari total lulusan yang bekerja, 87% di antaranya berhasil menembus perusahaan multinasional/global, baik yang beroperasi di luar negeri maupun perusahaan global yang beroperasi di Indonesia.
Kesempatan Magang dan Bekerja di Perusahaan Jepang
Binus ASO secara aktif membuka karier internasional bagi mahasiswanya melalui program magang dan pertukaran berkala. Setiap tahun, sekitar 100 mahasiswa diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti summer course. Selain itu, mahasiswa terpilih berkesempatan mengikuti program magang intensif (internship) selama satu tahun di industri Jepang, bekerja dan belajar di kawasan industri lokal Fukuoka.
Keberhasilan alumni menjadi bukti nyata prospek lulusan Binus ASO. Salah satunya adalah Megumi, alumni yang kini berkarier di Jepang dan sukses meraih penghargaan desain bergengsi di tingkat Asia (Design Prize). Ada pula Cecilia, alumni yang kini berkarier di kantor ASO College Group di Jepang. Sejumlah alumni lain telah menempati posisi sebagai lead engineer di Jepang maupun di industri otomotif terkemuka seperti Toyota Motor Manufacturing di Indonesia.
Untuk mendukung kesempatan kerja di Jepang, Binus ASO memberikan mata kuliah bahasa Jepang kepada mahasiswa, mewajibkan mereka mahir hingga tingkat N3. Rektor Binus University, Dr Nelly, menegaskan bahwa tingginya jumlah lulusan Binus ASO yang telah direkrut dunia kerja bahkan sebelum resmi menyelesaikan studi membuktikan potensi luar biasa talenta Indonesia jika diberikan wadah yang tepat.
“Bahkan sebelum mereka lulus pun, sudah ada yang direkrut sebagai design engineer di industri. Ini membuktikan talenta anak-anak Indonesia luar biasa jika diberikan wadah yang tepat,” papar Nelly. Ia menambahkan bahwa Binus ASO School of Engineering tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa berprestasi, tetapi juga bagi mahasiswa yang memiliki potensi meskipun kurang mampu, dengan menyediakan beragam skema bantuan pendidikan, termasuk program 1.000 beasiswa bagi calon mahasiswa baru.
Komentar