JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil Survei Penilaian Integritas Pendidikan (SPI) tahun 2026 yang menyoroti masih adanya sejumlah perilaku tidak berintegritas di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Temuan ini tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga guru. Plh Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Dian Novianthi, mengungkapkan bahwa banyak siswa belum menolak untuk menyontek ketika teman-temannya melakukannya.
“Ini kami temukan di 18 responden (pendidikan) dasar-menengah yang terjadi di 43% satuan pendidikan,” ujar Dian dalam acara Peluncuran Indeks Integritas Pendidikan 2026 pada Selasa (6/10/2026).
Ia menambahkan, “Kecurangan masih terjadi di level Dasmen di 26% peserta didik masih menyontek saat ujian dan ini terjadi di 51% satuan pendidikan level Dasmen.”
Survei ini melibatkan total 42.810 responden dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari dasar hingga tinggi. Untuk tingkat sekolah dasar, siswa yang berpartisipasi berasal dari kelas 4 dan 5. Responden lainnya mencakup siswa kelas 7 dan 8 SMP, kelas 10 dan 11 SMA, serta mahasiswa semester 3 hingga 8.
Lebih lanjut, Dian Novianthi menyampaikan bahwa banyak siswa masih enggan melaporkan teman mereka yang melanggar tata tertib. Selain itu, sebagian siswa dinilai terlalu asyik bermain hingga mengabaikan waktu belajar.
“Untuk di level Dasmen, peserta didik masih keasyikan bermain sampai lupa belajar,” ungkap Dian.
Di sisi lain, KPK juga menemukan adanya kekurangan dalam sikap inklusif di kalangan guru, yang terlihat dari adanya kecenderungan pilih kasih terhadap siswa tertentu.
“Kemudian temuan berikut adalah terkait ekosistem. Ini ada di inklusif, yaitu masih kurangnya sikap menghargai dan merangkul setiap individu tanpa membeda-bedakan dan juga kepemimpinan, yaitu kemampuan untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” jelas Dian.
“Masih terjadi di 46% Dasmen. Tenaga pendidik kerap memberikan perhatian khusus hanya kepada peserta didik tertentu,” tambahnya.
Dian juga menyebutkan bahwa promosi jabatan tenaga pendidik yang didasarkan pada kedekatan dengan pimpinan masih terjadi, dilaporkan oleh 6% responden di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Komentar