Program “Rangkul Diri” Ajarkan Mahasiswa UI Kelola Tekanan Psikologis

Mahasiswa UI belajar konsep welas diri (self-compassion) melalui program "Rangkul Diri" untuk mengelola stres akademik dan transisi menuju kedewasaan.

Program "Rangkul Diri" Ajarkan Mahasiswa UI Kelola Tekanan Psikologis
Foto: Ilustrasi AI diolah oleh Gemini AI

Universitas Indonesia – Masa perkuliahan kerap diwarnai berbagai tantangan, mulai dari tuntutan akademik, kegiatan ekstrakurikuler, hingga pergulatan batin dalam proses transisi menuju kedewasaan. Tekanan psikologis seringkali tak terhindarkan, bahkan ketika mahasiswa merasa telah berusaha maksimal. Menyadari hal ini, sebuah program pengabdian masyarakat bernama “Rangkul Diri” digagas untuk membantu mahasiswa mengelola perasaan tersebut.

Program “Rangkul Diri” dirancang khusus untuk mahasiswa aktif Universitas Indonesia dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan psikologis mereka. Gagasan ini diinisiasi oleh Dr Dra Sugiarti, MKes, Psikolog, bersama Dini Rahma Bintari, SPsi, MPsi, PhD, serta melibatkan tiga mahasiswa program sarjana sebagai asisten penelitian. Sebanyak 35 mahasiswa UI berpartisipasi dalam program yang dilaksanakan dalam dua gelombang pada Mei dan Juni 2026 ini, dengan pendampingan dari lima psikolog umum sebagai fasilitator.

Belajar Merangkul Diri dengan Welas Diri

Inti dari program “Rangkul Diri” adalah mengajarkan konsep welas diri atau self-compassion. Konsep ini mendorong individu untuk memperlakukan diri sendiri dengan perhatian, pengertian, dan kebaikan, terutama saat menghadapi kesulitan. Dr. Sugiarti menjelaskan bahwa penelitian menunjukkan orang dengan tingkat welas diri yang tinggi cenderung memiliki kebahagiaan yang lebih besar.

Pendekatan ini mengajak peserta untuk memberikan respons yang sama baiknya kepada diri sendiri seperti yang diberikan kepada teman yang sedang kesulitan. Alih-alih menghakimi diri sendiri dengan perkataan seperti “Kenapa aku selalu seperti ini?” atau “Orang lain saja bisa, kenapa aku tidak?”, welas diri mendorong penerimaan diri dan pengertian.

Tiga Kunci Utama dalam Welas Diri

Program “Rangkul Diri” memfokuskan pada tiga konsep kunci dalam welas diri:

1. Self-Kindness: Berbaik Hati kepada Diri Sendiri

Konsep ini mengajarkan pentingnya bersikap baik dan penuh pengertian terhadap diri sendiri, terutama saat menghadapi kegagalan atau kesulitan. Ini bukan berarti memanjakan diri atau mengabaikan kesalahan, melainkan mengakui bahwa diri tetap layak diperlakukan dengan baik meski telah melakukan kesalahan. Evaluasi dan perbaikan diri dapat dilakukan tanpa perlu menghukum diri sendiri.

2. Common Humanity: Kamu Tidak Sendirian

Common humanity mengingatkan bahwa kesulitan, kegagalan, dan kekecewaan adalah bagian dari pengalaman manusia yang universal. Kesadaran bahwa orang lain juga mengalami hal serupa dapat mengurangi perasaan terisolasi dan meningkatkan rasa keterhubungan.

3. Mindfulness: Menyadari Apa yang Sedang Terjadi

Mindfulness mengajak individu untuk menyadari apa yang sedang terjadi pada diri saat ini, baik pikiran maupun emosi, tanpa langsung terbawa arus. Misalnya, menyadari perasaan kecewa tanpa langsung menyimpulkan diri sebagai orang yang gagal.

Pembelajaran Melalui Pengalaman Kelompok

Program “Rangkul Diri” tidak hanya bersifat teoritis. Intervensi dilakukan dalam bentuk kelompok dengan berbagai aktivitas dan permainan yang dirancang untuk membantu peserta menghayati konsep welas diri. Pelaksanaan terbagi dalam empat pertemuan yang masing-masing kelompok terdiri dari lima hingga sembilan mahasiswa. Suasana kelompok menjadi penting karena berbagi pengalaman dapat memberikan perspektif baru ketika menyadari bahwa kesulitan yang dihadapi tidak hanya dialami oleh diri sendiri.

Welas Diri Bukan Alasan untuk Menyerah

Terdapat anggapan keliru bahwa welas diri dapat membuat seseorang menjadi malas atau tidak berusaha memperbaiki diri. Padahal, welas diri justru menjadi cara untuk menghadapi kesulitan tanpa terus-menerus menjatuhkan diri. Dengan menerima kenyataan adanya kesulitan, seseorang dapat lebih terbuka untuk bertanya apa yang sebenarnya dibutuhkan, apakah itu istirahat, bantuan, atau penerimaan terhadap situasi.

Program “Rangkul Diri” bertujuan agar peserta belajar berlaku baik dan penuh kasih kepada diri sendiri, seperti kepada orang terkasih. Ini merupakan langkah penting dalam merawat kesejahteraan psikologis, yang bisa dimulai dari pengakuan sederhana: “Aku sedang mengalami masa yang sulit, dan aku akan belajar memperlakukan diriku dengan lebih baik.” Harapannya, program ini dapat menjadi percontohan untuk inisiatif peningkatan kesejahteraan psikologis mahasiswa yang lebih luas.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *