Menelusuri Jejak Pendidikan: 6 Sekolah Bersejarah di Indonesia

Indonesia memiliki sejumlah sekolah bersejarah dengan jejak panjang sejak era Hindia Belanda. Temukan daftar 6 sekolah tertua dan bersejarah di Indonesia.

Menelusuri Jejak Pendidikan: 6 Sekolah Bersejarah di Indonesia
Sekolah Santa Ursula Jakarta Foto: Dok. Santa Ursula

Sejumlah institusi pendidikan di Indonesia menyimpan jejak sejarah panjang, bahkan sejak masa Hindia Belanda. Menariknya, usia lembaga pendidikan, bangunan, dan sekolah yang beroperasi saat ini tidak selalu sama. Beberapa sekolah meneruskan tradisi pendidikan dari masa kolonial, dengan bangunan yang masih kokoh berdiri hingga kini.

Perkembangan pendidikan di Hindia Belanda pada abad ke-19 dan awal abad ke-20 melalui berbagai bentuk sekolah. Setelah Indonesia merdeka, sebagian besar lembaga pendidikan ini mengalami perubahan nama, fungsi, jenjang, hingga pengelolaan.

Oleh karena itu, menentukan sekolah “tertua” di Indonesia memerlukan penelusuran lebih dalam. Ada yang menghitung usia lembaga pendidikan, ada pula yang merujuk pada tahun pendirian bangunan atau cikal bakal sekolah. Berikut adalah beberapa sekolah yang memiliki jejak sejarah panjang dan masih aktif menyelenggarakan pendidikan:

1. Santa Ursula Jakarta, Jejak Pendidikan Sejak 1859

Sejarah pendidikan Santa Ursula di Jakarta dimulai pada 18 Januari 1859, ketika para suster Ursulin membuka kegiatan pendidikan bagi anak-anak perempuan di kawasan Weltevreden, Batavia. Namun, tahun 1859 tidak secara langsung merujuk pada pendirian sekolah Santa Ursula seperti yang dikenal saat ini. Pada tahun 1906, HBS Princess Juliana berdiri, yang kemudian menjadi bagian penting dari sejarah SMA Santa Ursula. SMA Santa Ursula mulai beroperasi pada tahun ajaran 1931/1932, sementara SMP Santa Ursula baru didirikan pada 28 Juli 1947.

2. SMAN 1 Semarang, Berakar dari HBS Sejak 1877

Akar sejarah SMAN 1 Semarang juga terentang pada masa Hindia Belanda, terkait dengan Hoogere Burgerschool (HBS) di Semarang yang berdiri sejak 1877. Namun, tahun tersebut bukan berarti bangunan SMAN 1 Semarang yang digunakan sekarang telah berdiri sejak 1877. Bangunan yang kini ditempati SMAN 1 Semarang dibangun antara tahun 1936-1938 dan diresmikan pada 1939. Selama masa pendudukan Jepang, bangunan ini sempat beralih fungsi menjadi fasilitas militer. Setelah kemerdekaan, fungsi pendidikan kembali dijalankan, dan sekolah ini mengalami beberapa perubahan nama dan bentuk kelembagaan sebelum menjadi SMA Negeri 1 Semarang.

3. SDN Merdeka Bandung, Berdiri Sejak 1884

SDN Merdeka Bandung merupakan salah satu bangunan sekolah bersejarah yang masih digunakan untuk kegiatan pendidikan hingga kini. Sejarahnya dimulai pada tahun 1884 ketika pemerintah Hindia Belanda membangun sekolah di Jalan Merdeka, Bandung. Pada masa kolonial, sekolah ini digunakan oleh kelompok masyarakat yang berbeda pada waktu yang berbeda; anak-anak keturunan Belanda menggunakannya pada pagi hari, sementara anak-anak pribumi dari kalangan priyayi menggunakannya pada sore hari.

4. SMPN 1 Jakarta

Sejarah SMP Negeri 1 Jakarta tidak terlepas dari bangunan sekolah yang telah berdiri sejak masa Hindia Belanda. Bangunan yang kini digunakan SMPN 1 Jakarta berkaitan dengan Eerste School, sekolah pemerintah kolonial yang diperuntukkan bagi anak-anak pribumi. Gedung ini selesai dibangun pada tahun 1907 di kawasan Cikini, Jakarta. Namun, tahun 1907 adalah tahun pembangunan gedung, bukan tahun pendirian SMP Negeri 1 Jakarta dalam bentuk kelembagaannya saat ini. Setelah Indonesia merdeka, pengelolaan pendidikan beralih kepada pemerintah Indonesia, dan sekolah ini menjadi SMP Negeri 1 Jakarta pada tahun 1947.

5. SMAN 1 Yogyakarta, Berawal dari AMS pada 1930

Berbeda dengan sekolah lain yang akarnya berasal dari abad ke-19, sejarah SMAN 1 Yogyakarta sebagai cikal bakal sekolah menengah dapat ditelusuri hingga tahun 1930. Sekolah ini awalnya adalah Algemeene Middelbare School (AMS) A Afdeling Yogyakarta, sebuah sekolah menengah pada masa Hindia Belanda untuk jenjang pendidikan lanjutan setelah sekolah dasar. Saat Jepang menduduki Indonesia, sistem pendidikan mengalami perubahan besar, termasuk penutupan atau pengubahan pengelolaan sekolah-sekolah peninggalan Belanda. AMS A dan AMS B Yogyakarta kemudian disatukan menjadi Sekolah Menengah Tinggi (SMT). Dalam perkembangannya, sekolah ini sempat dikenal sebagai SMA Teladan, dan berdasarkan keputusan pada 1962, sekolah ini menggunakan nama SMA Negeri 1 Yogyakarta.

6. SMK Negeri 2 Yogyakarta/STM Jetis

SMK Negeri 2 Yogyakarta, yang beralamat di Jalan A.M. Sangaji Nomor 47, Yogyakarta, dikenal luas dengan nama STM Jetis atau STM 1 Yogyakarta. Menurut sejarah resmi sekolah, bangunan sekolah ini didirikan pada tahun 1919 dan pada masa kolonial digunakan sebagai Princess Juliana School (PJS), sebuah sekolah teknik tingkat pertama pada masa Hindia Belanda. Informasi serupa juga tercatat dalam Sistem Informasi Cagar Budaya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Bangunan utama dari masa PJS memiliki ciri arsitektur Indis dengan atap berkemiringan tinggi, dinding tebal, pintu dan jendela berukuran besar, serta ventilasi yang baik. Bangunan ini telah mengalami beberapa kali renovasi dan penambahan ruang pada tahun 1929, 1950, dan 1954. Pemerintah kemudian menetapkannya sebagai bangunan cagar budaya melalui Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.25/PW.007/MKP/2007, yang juga tercatat dalam basis data cagar budaya Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *