Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana: Aceh-Sumbar Capai 98%, NTT Tertinggal

Kementerian Pendidikan menargetkan revitalisasi sekolah pascabencana. Aceh dan Sumbar hampir rampung, sementara NTT masih di tahap awal.

Revitalisasi Sekolah Terdampak Bencana: Aceh-Sumbar Capai 98%, NTT Tertinggal
Hasil revitalisasi sekolah di Aceh. Foto: BKHM Kemendikdasmen

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memfokuskan revitalisasi satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana sebagai prioritas tambahan pada tahun 2026. Perkembangan terkini menunjukkan kemajuan signifikan di beberapa daerah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa alokasi dana sebesar Rp 1,4 triliun telah digelontorkan untuk memulihkan layanan pendidikan pascabencana banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga kini, dari total 3.178 sekolah sasaran, sebanyak 3.134 sekolah atau 98,61% telah berhasil direvitalisasi.

“Kami telah memberikan berbagai kebijakan terutama yang terkait bencana di 3 provinsi tadi. Untuk bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat, ada 3.134 dari 3.178 sekolah sasaran atau 98,61% sudah selesai di revitalisasi,” ujar Mu’ti dalam Taklimat Media Capaian 2 tahun Kemendikdasmen di Jakarta, Senin (26/10/2026).

Sementara itu, untuk bencana di wilayah lainnya, revitalisasi terhadap 747 dari 749 sekolah yang mengalami kerusakan juga telah rampung, mencapai angka 99,73 persen.

Revitalisasi di NTT Masih Bertahap

Proses revitalisasi satuan pendidikan yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) juga sedang berjalan. Namun, progresnya masih tergolong lambat, di mana baru 410 dari total 2.119 sekolah terdampak yang selesai direvitalisasi, atau baru mencapai 19,35 persen.

Mu’ti mengakui adanya keterlambatan pelaksanaan revitalisasi di NTT yang disebabkan oleh kondisi di lapangan. “Memang keterlambatan pelaksanaan itu sebagian karena situasi di Nusa Tenggara Timur memang masih belum sepenuhnya kondusif,” katanya.

Wilayah NTT dilaporkan masih sering mengalami gempa susulan, yang menghambat proses revitalisasi. Laporan terbaru sebelum acara taklimat media menyebutkan adanya gempa susulan di wilayah Nagekeo, NTT. “Masih terus terjadi gempa susulan, bahkan baru saja sebelum acara ini dilaksanakan juga terjadi susulan gempa di Nagakeo di Nusa Tenggara Timur,” imbuhnya.

Capaian Revitalisasi Keseluruhan

Secara keseluruhan, Kemendikdasmen menilai program revitalisasi satuan pendidikan telah mencapai hasil yang memuaskan. Pada tahun 2026, sebanyak 55.314 sekolah telah berhasil direvitalisasi, melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak 42.184 sekolah.

Kemendikdasmen menekankan bahwa revitalisasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

Program revitalisasi tahun 2026 memprioritaskan sekolah yang terdampak bencana, sekolah rusak, serta sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Upaya revitalisasi ini direncanakan akan terus berlanjut hingga tahun 2029 dengan tujuan untuk memastikan tidak ada lagi sekolah rusak di seluruh Indonesia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *