Kemendikdasmen Buka Peluang PJJ Seumur Hidup untuk Siswa Berkebutuhan Khusus

Kemendikdasmen memastikan Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) terbuka bagi anak berkondisi kesehatan khusus, termasuk penderita kanker, yang membutuhkan fleksibilitas belajar.

Kemendikdasmen Buka Peluang PJJ Seumur Hidup untuk Siswa Berkebutuhan Khusus
Ilustrasi PJJ. (Foto: Rifkianto Nugroho/detikFoto)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menegaskan bahwa Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah terbuka luas bagi anak-anak yang sempat terputus dari pendidikan formal akibat berbagai kendala, termasuk kondisi kesehatan.

Penegasan ini disampaikan menyusul pertanyaan dari masyarakat melalui kolom tanya jawab di akun Instagram resmi Kemendikbudristek (@kemendikdasmen). Salah satu pertanyaan spesifik menyoroti kasus anak usia dini yang menderita kanker, seperti leukemia, yang terkadang tidak dapat mengikuti pembelajaran tatap muka secara normal karena kondisi fisik yang rentan.

“Banyak anak usia dini yang kena kanker leukimia/kanker darah, maaf seklai meninggal dunia saat mengikuti pembelajaran normal pak. Kata dokternya karena kondisi tubuh yang tidak bisa lelah. Tolong di prioritaskan kepada warga yang anaknya terkena kanker pak. Agar bisa mengikuti PJJ seumur hidup,” tulis salah satu akun.

Menanggapi hal tersebut, Kemendikbudristek menyatakan bahwa PJJ dirancang untuk memberikan kesempatan pendidikan yang luas bagi setiap anak yang menghadapi hambatan dalam mengikuti sekolah tatap muka. Hambatan tersebut bisa bersifat sosial, ekonomi, geografis, maupun kesehatan.

“Untuk anak dengan kondisi kesehatan tertentu, layanan pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak melalui koordinasi sekolah, orang tua, dan pihak terkait,” ujar Kemendikbudristek.

Pihak kementerian juga mengingatkan bahwa PJJ merupakan bagian dari pendidikan formal. Artinya, setiap anak yang mengikuti program ini memiliki kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikannya dan mendapatkan ijazah.

“Ke depannya, layanan PJJ anak terus dikembangkan agar semakin fleksibel dan inklusif,” tambah Kemendikbudristek.

Skema Belajar PJJ

Program PJJ menawarkan skema pembelajaran yang fleksibel untuk mengakomodasi berbagai hambatan, seperti keterbatasan waktu, kondisi geografis, dan jarak tempuh. Siswa tidak diwajibkan untuk selalu hadir di sekolah dan dapat mengikuti pembelajaran sesuai dengan jadwal yang disesuaikan.

Berikut adalah skema pembelajaran dalam program PJJ:

  • Belajar mandiri menggunakan bahan ajar atau modul digital dengan pengaturan waktu yang fleksibel.
  • Sesi belajar daring (online) bersama guru.
  • Penyelesaian tugas dan asesmen yang berbasis proyek.
  • Tatap muka terbatas yang dijadwalkan pada waktu tertentu.
  • Ijazah yang diperoleh lulusan dari Sekolah Pendidikan Menengah PJJ (SPMB PJJ) memiliki kesetaraan dengan sekolah reguler.

Cara Mendaftar SPMB PJJ

Pendaftaran untuk program PJJ dibuka secara daring maupun luring melalui sistem informasi SPMB di masing-masing daerah. Langkah-langkah pendaftarannya adalah sebagai berikut:

  1. Calon siswa mendatangi sekolah mitra terdekat dengan membawa dokumen pendaftaran yang diperlukan.
  2. Mengisi formulir pendaftaran dan mengunggah dokumen persyaratan.
  3. Menjalani tes diagnostik sederhana yang meliputi literasi dan numerasi.
  4. Mengikuti sesi wawancara motivasi belajar.
  5. Sekolah mitra akan mengirimkan dokumen pendaftaran beserta hasil asesmen ke sekolah induk.
  6. Apabila tidak terdapat sekolah mitra yang berlokasi dekat, calon siswa dapat mendaftar secara online melalui laman SPMB PJJ sekolah induk.
  7. Sekolah induk dan sekolah mitra penyelenggara SPMB PJJ juga menyediakan kanal informasi pendaftaran melalui situs web resmi, media sosial, dan kontak resmi sekolah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *