Sebanyak 16 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) dari delapan tim perwakilan Indonesia siap berkompetisi di ajang penelitian internasional, Young Inventors Challenge (YIC) 2026. Masing-masing tim membawa inovasi yang dirancang untuk menjawab permasalahan nyata di tengah masyarakat.
YIC 2026 merupakan ajang yang diselenggarakan oleh Association of Science, Technology, and Inovation (ASTI) untuk mendorong siswa jenjang pendidikan menengah menghasilkan produk dan solusi inovatif.
Kepala Pusat Pengembangan Prestasi dan Karakter, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Puspreska Kemendikdasmen), Rusprita Putri Utami, menekankan pentingnya pengembangan talenta siswa secara berkelanjutan. “Setiap murid memiliki potensi dan keunikan masing-masing yang perlu dikenali, dikembangkan, dan diberikan ruang untuk bertumbuh agar mampu mencapai potensi terbaiknya. Semoga adik-adik meraih prestasi yang membanggakan di ajang Young Inventors Challenge,” ujarnya, mengutip rilis resmi Kemendikdasmen, Rabu (21/10/2026).
Para peserta YIC 2026 merupakan pemenang dari Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2025. Setelah melalui seleksi bertahap, termasuk pra-pembinaan pada Maret 2026 di Jakarta, terpilihlah 16 siswa yang terbagi dalam delapan tim.
Inovasi Unggulan Siswa Indonesia di YIC 2026
Berikut adalah delapan riset yang dibawa oleh tim siswa Indonesia:
- Tim PORTIS (SMA Negeri 1 Sumenep): Mengembangkan DRAVIS, sebuah sistem pemantauan dan deteksi penangkapan ikan ilegal menggunakan drone yang dilengkapi framework Computer Vision YOLO.
- Tim Tirto’s User (SMA Negeri 2 Ponorogo): Mempersembahkan TIRTO, sistem irigasi sawah terintegrasi dan otomatis berbasis kecerdasan artifisial.
- Tim AGRITEVO (SMAS Islam Athirah Sulawesi Selatan): Menciptakan AGRITEVO, inkubator kecambah padi berbasis Internet of Things (IoT) yang ditenagai energi surya.
- Tim ChemisTwin (SMA Nasional KPS Kalimantan Timur): Menghadirkan NANOVA, pelapis superhidrofobik ramah lingkungan berbahan Cellulose Nanocrystals (CNC)-SiO₂-PDMS untuk perlindungan material baja.
- Tim SCAB (SMA Negeri 6 Yogyakarta): Mengembangkan EnviroSmart Device, perangkat pemandu cerdas dan pemberitahuan darurat bagi penyandang tunanetra.
- Tim AKU DAH LUPA (MAN 2 Kota Malang): Membuat AlzScan, sistem deteksi penyakit Alzheimer menggunakan EfficientNetV2 dan Multi-Head Self-Attention pada citra MRI berbasis web.
- Tim SYFORCE (MAN Insan Cendekia Pekalongan): Mengembangkan SIMUFLEX, perangkat pakai untuk mengukur kelengkungan tulang belakang dengan sistem fusi sensor guna mendeteksi skoliosis.
- Tim DewaCerva (SMA Negeri 8 Jakarta): Meneliti potensi nanopartikel lipid-polimer hibrida dari ekstrak daun dewandaru (Eugenia uniflora L.) untuk terapi kanker serviks, yang dikenal sebagai DewaCerva.
Muhammad Rijal dari Tim AGRITEVO menjelaskan bahwa inovasi inkubator padi mereka dirancang untuk meminimalkan kegagalan petani pada tahap penyemaian benih. “AGRITEVO kami rancang dengan solar panel, ESP32, sensor kelembaban tanah, dan sensor suhu,” katanya.
Fachry Bahtiar Rahadiansyah dari Tim AKU DAH LUPA menambahkan bahwa proses pembinaan yang panjang sangat membantu persiapan para delegasi. Presentasi dan wawancara utama secara daring (online viva session) telah dilaksanakan pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Hasil akhir kompetisi akan diumumkan pada November 2026 mendatang.
Komentar