Jakarta – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie memaparkan capaiannya setelah dua tahun menjabat, salah satunya adalah perancangan SMA Unggul Garuda Baru dan program Transformasi Pendidikan.
Stella Christie menyatakan bahwa tugasnya telah rampung dan ia merasa sangat bersemangat melihat para guru serta siswa memulai babak baru di Sekolah Garuda. Hal ini diungkapkannya melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Kamis (22/10/2026).
Saat ini, telah berdiri empat SMA Unggul Garuda Baru yang berlokasi di daerah terpencil, yaitu di Belitung Timur Kepulauan Bangka Belitung, Bulungan Kalimantan Utara, Konawe Selatan Sulawesi Tenggara, dan Soe Nusa Tenggara Timur.
Stella mengakui adanya keraguan dari masyarakat saat program SMA Unggul Garuda pertama kali diluncurkan, terutama karena sekolah tersebut tidak dibangun di kota besar melainkan di daerah pelosok. “Dulu banyak yang sangsi apakah kita bisa mendirikan sekolah bertaraf internasional dengan fasilitas yang begitu lengkap di daerah yang nun jauh di sana? Tapi ternyata, bersama kita bisa,” tegasnya.
Penentuan Lokasi dan Desain Berbasis Sains
Dalam prosesnya, Stella Christie secara langsung mengunjungi berbagai penjuru Indonesia untuk menentukan lokasi yang paling tepat bagi SMA Unggul Garuda Baru. Tercatat, 55 lokasi di seluruh Indonesia telah ditinjau menggunakan berbagai moda transportasi, baik laut, darat, maupun udara.
Pembangunan SMA Unggul Garuda Baru mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 123/M/KEP/2025 tentang Cetak Biru Ekosistem Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda. Aturan ini mencakup berbagai aspek detail, termasuk pemilihan warna cat, material lantai, ubin, hingga penentuan posisi duduk siswa yang didasarkan pada prinsip-prinsip sains.
“Kita juga ikut andil dalam seperti bahkan pilih catnya, pilih lantainya, pilih ubinnya, dan sambil mengatur juga bagaimana kedudukan kursinya berdasarkan sains,” jelas Stella.
Strategi perancangan fisik Sekolah Unggul Garuda mengedepankan dua konsep utama. Pertama, penerapan sarana prasarana cerdas atau cognitive evidence-based research for design and style. Kedua, desain yang berpusat pada manusia atau human-centered design.
Ke depannya, Stella menambahkan bahwa akan ada lebih banyak lagi SMA Unggul Garuda Baru yang didirikan di berbagai daerah. Setiap persiapan dan penulisan akan tetap mengacu pada cetak biru yang telah disahkan. “Masih akan ada banyak lagi sekolah Garuda baru yang akan didirikan di berbagai daerah mengikuti persiapan dan penulisan yang matang, perencanaan di cetak biru yang sudah kami siapkan,” kata Stella.
Sebagai informasi tambahan, SMA Unggul Garuda Baru saat ini sedang membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun ajaran 2027/2028. Pendaftaran dapat diakses melalui laman https://smaunggulgaruda.id/.
Komentar