Beasiswa Garuda Buka Pendaftaran S1 Luar Negeri Bidang Energi, Ini Kampus Tujuannya

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi membuka pendaftaran Beasiswa Garuda program S1 di luar negeri. Simak daftar kampus prioritas bidang energi.

Beasiswa Garuda Buka Pendaftaran S1 Luar Negeri Bidang Energi, Ini Kampus Tujuannya
Kampus MIT, salah satu universitas tujuan Beasiswa Garuda tema prioritas energi. Foto: Dok MIT

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) akan segera membuka pendaftaran Beasiswa Garuda untuk jenjang sarjana (S1). Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi terbaik dunia.

Beasiswa Garuda merupakan hasil kolaborasi antara Kemdiktisaintek dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Dana Abadi Pendidikan. Para penerima beasiswa akan mendapatkan dukungan dana pendidikan penuh hingga lulus, termasuk biaya hidup bulanan.

Dalam proses pendaftaran, calon penerima beasiswa diwajibkan memilih dua tema prioritas dari sepuluh pilihan yang telah ditetapkan. Kesepuluh tema tersebut mencakup kesehatan, ketahanan pangan, pertahanan, digitalisasi, hilirisasi industri, material dan manufaktur maju, maritim, energi, bisnis dan ekonomi, serta bidang hukum dan kebijakan publik.

Bagi pendaftar yang tertarik dengan tema prioritas energi, Beasiswa Garuda telah mengklaster keunggulan di bidang ini menjadi tiga bagian utama. Ketiga klaster tersebut adalah energi terbarukan (solar, angin, dan grid), hidrogen dan sel bahan bakar rumah tangga (household fuel cell/solid oxide fuel cell), serta riset dan teknologi nuklir (small modular reactor dan micro modular reactor). Klaster-klaster ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) Indonesia untuk mencapai kedaulatan energi di masa depan.

Daftar Kampus Tujuan Bidang Energi

Meskipun pendaftaran belum dibuka, calon pendaftar dapat memantau daftar perguruan tinggi tujuan yang memiliki keunggulan di bidang energi:

Energi Terbarukan (Solar, Angin, dan Grid)

  • Delft University of Technology (TU Delft), Belanda: Unggul dalam riset sel surya fotovoltaik dan efisiensi material semikonduktor surya.
  • Tsinghua University, China: Memimpin pengembangan transmisi daya jaringan cerdas (smart grid) skala nasional.
  • National Renewable Energy Laboratory (NREL), Amerika Serikat: Pelopor inovasi sel surya perovskit dan integrasi energi bersih.
  • University of New South Wales (UNSW) Sydney, Australia: Pusat laboratorium energi surya fotovoltaik dunia, pemegang rekor efisiensi sel surya silikon.
  • University of Toronto, Kanada: Memimpin riset inovasi sel surya fotovoltaik berbasis perovskit dan material kuantum.

Hidrogen dan Sel Bahan Bakar Rumah Tangga (Household Fuel Cell/Solid Oxid Fuel Cell)

  • Technical University of Munich (TUM), Jerman: Kuat dalam termodinamika rekayasa, penyimpanan hidrogen bertekanan, serta Solid Oxide Fuel Cells (SOFC).
  • Imperial College London, Inggris: Rujukan utama dalam pengembangan sel bahan bakar membran penukar proton (Proton Exchange Membrane Fuel Cell/PEMFC).
  • Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), Korea Selatan: Unggul dalam pengembangan material elektroda baru, katalis nonmulia, dan manajemen termal sel bahan bakar mikro.
  • California Institute of Technology (Caltech), Amerika Serikat: Pusat riset Liquid Sunlight Alliance untuk foto-elektrokimia hidrogen.

Riset dan Teknologi Nuklir (Small Modular Reactor dan Micro Modular Reactor)

  • Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika Serikat: Memiliki fasilitas reaktor riset kampus dan memelopori desain generasi baru Small Modular Reactors (SMR).
  • Seoul National University (SNU): Terdepan dalam desain reaktor modular SMR, termal hidrolika, dan sistem keselamatan reaktor pasif.
  • Australian National University (ANU): Pusat riset fisika nuklir terkemuka dan eksperimen fusi plasma physics.
  • Imperial College London, Inggris: Berfokus pada manajemen limbah radioaktif, material struktural reaktor, dan keselamatan nuklir sipil.
  • Tsinghua University, China: Unggul mengoperasikan reaktor komersial berpendingin gas suhu tinggi (High-Temperature Gas-Cooled Reactor / HTR-PM) skala penuh.

Daftar ini dapat menjadi panduan bagi calon pendaftar Beasiswa Garuda yang memiliki minat pada bidang energi untuk melanjutkan studi S1 di luar negeri.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *