Jakarta – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat atau yang akrab disapa Rerie, menekankan pentingnya revitalisasi perpustakaan melalui kolaborasi lintas sektor. Pernyataan ini disampaikan Rerie saat menghadiri peringatan Hari Kunjung Perpustakaan, yang ia pandang sebagai momentum krusial untuk membangun budaya literasi di Indonesia.
Menurut Rerie, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa revitalisasi yang melibatkan partisipasi aktif dari komunitas, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya terbukti ampuh dalam mempercepat transformasi ruang baca. Perubahan ini menjadikan perpustakaan sebagai destinasi yang lebih menarik dan diminati oleh masyarakat.
Hari Kunjung Perpustakaan pertama kali dicetuskan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 14 September 1995. Penetapan hari nasional ini memiliki tujuan ganda, yakni untuk meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus memperkuat fondasi budaya literasi di seantero negeri.
Rerie mencontohkan alih fungsi rumah dinas Bupati Jepara menjadi bagian dari Museum Kartini yang relatif cepat terwujud. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari kolaborasi kuat antara semua pihak terkait yang bersinergi demi mewujudkan tujuan bersama.
Ia berharap pola kolaborasi serupa dapat diterapkan secara konsisten dalam pembangunan sektor kebudayaan nasional. Upaya ini menjadi sangat penting mengingat perpustakaan dan museum menghadapi tantangan yang serupa dalam menarik minat kunjungan masyarakat di era modern.
Data dari Perpustakaan Nasional tahun 2025 mencatat bahwa Indonesia memiliki total 219.415 unit perpustakaan. Rinciannya meliputi 155.904 unit perpustakaan di lingkungan sekolah dari tingkat SD hingga SLTA sederajat, serta 54.344 unit perpustakaan umum yang tersebar di berbagai tingkatan, mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan.
Selain itu, terdapat pula 5.833 unit perpustakaan khusus yang berada di lembaga pemerintah, non-pemerintah, dan rumah ibadah. Sementara itu, perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi berjumlah 3.335 unit. Berdasarkan sumber yang sama, tercatat sebanyak 14.774 perpustakaan (6,73%) telah terakreditasi, sedangkan 204.641 perpustakaan (93,27%) belum mendapatkan akreditasi.
Rerie menambahkan bahwa tantangan yang dihadapi perpustakaan harus dijawab dengan penguatan di berbagai sektor dan tidak bisa diselesaikan secara individual. Ia menegaskan perlunya komitmen lintas sektor untuk memastikan bahwa ruang-ruang pengetahuan ini tetap hidup dan dapat diakses oleh masyarakat luas.
“Kolaborasi kuat semua pihak terkait sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya sebagai bagian upaya menghadirkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan literasi secara luas,” pungkas Rerie.