JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada kalangan buruh atas dorongan agar Desk Ketenagakerjaan Polri dimasukkan ke dalam revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) Ketenagakerjaan. Dukungan ini dinilai krusial untuk memperkuat penyelesaian masalah hubungan industrial serta meningkatkan perlindungan bagi para pekerja.
Pernyataan ini disampaikan Kapolri saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN yang digelar di Sukabumi pada Senin (14/9/2026). Ia secara khusus berterima kasih atas inisiatif para buruh.
“Saya juga berterima kasih bahwa teman-teman buruh mendorong Desk Ketenagakerjaan ini untuk masuk di revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih untuk rekan-rekan semua,” ungkap Jenderal Sigit.
Kapolri menjelaskan bahwa kehadiran Desk Ketenagakerjaan Polri selama ini telah berkontribusi signifikan dalam menyelesaikan berbagai persoalan hubungan industrial yang kerap berlarut-larut. Melalui desk ini, Polri berupaya hadir sebagai bagian dari solusi yang cepat, objektif, profesional, dan berkeadilan dalam menangani isu ketenagakerjaan.
Data menunjukkan bahwa sejak 2025 hingga Agustus 2026, Desk Ketenagakerjaan Polri telah menangani sebanyak 358 perkara ketenagakerjaan. Selain itu, upaya fasilitasi juga telah dilakukan untuk 4.236 pekerja yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) agar dapat kembali bekerja.
Kapolri secara khusus mengapresiasi dukungan dari serikat buruh agar keberadaan Desk Ketenagakerjaan Polri dapat diperkuat melalui revisi RUU Ketenagakerjaan. Langkah ini dinilai membuka lebih luas ruang bagi Polri untuk terus berkontribusi dalam membantu penyelesaian persoalan perburuhan.
Di sisi lain, Kapolri menegaskan pentingnya perlindungan dan kesejahteraan pekerja yang harus terus diperkuat melalui regulasi ketenagakerjaan yang berkeadilan. Penyusunan RUU Ketenagakerjaan dianggap sebagai momentum vital untuk mengakomodasi berbagai aspirasi pekerja sekaligus menciptakan hubungan industrial yang lebih sehat.
Jenderal Sigit juga menekankan pentingnya membangun hubungan yang seimbang antara buruh dan pengusaha. Keduanya diharapkan dapat menjadi mitra strategis yang saling membutuhkan dan menguatkan. Kesejahteraan pekerja dinilai akan mendorong produktivitas, sementara perusahaan yang sehat dapat menjaga keberlangsungan lapangan kerja dan iklim investasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri berharap sinergi antara Polri dan kalangan buruh dapat terus terjaga. Sinergi ini penting, khususnya dalam membangun hubungan industrial yang harmonis, menjaga stabilitas keamanan, serta mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif demi kesejahteraan pekerja yang lebih baik.
Bagi Kapolri, dukungan buruh terhadap Desk Ketenagakerjaan Polri menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan ketenagakerjaan sangat membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, buruh, pengusaha, dan Polri diharapkan dapat bergerak bersama agar perlindungan terhadap pekerja semakin kuat dan setiap persoalan hubungan industrial dapat diselesaikan secara adil.