TNI, Polri, dan BNN Bersinergi dalam Razia Gabungan di Rutan Surabaya

Surabaya – Rutan Kelas I Surabaya menggelar razia gabungan bersama aparat penegak hukum (APH) yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada Kamis (17/9) malam. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat keamanan dan ketertiban di lingkungan rumah tahanan.

Razia dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tristiantoro Adi Wibowo didampingi jajaran petugas pengamanan serta personel APH yang terlibat. Fokus pemeriksaan dilakukan di Blok Hunian Rutan Kelas I Surabaya.

“Sinergi bersama TNI, Polri, dan BNN merupakan bagian penting dalam memperkuat pengawasan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Kegiatan ini akan terus dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Tristiantoro pada Jumat (18/9/2026).

Tristiantoro menambahkan bahwa razia gabungan ini merupakan bentuk komitmen jajaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Tujuannya adalah memastikan kondisi lingkungan rutan tetap terkendali. Petugas memeriksa kamar hunian dan area sekitarnya untuk mendeteksi serta mencegah keberadaan barang-barang yang tidak diperbolehkan.

Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sesuai prosedur yang berlaku. Selain sebagai langkah deteksi dini, razia gabungan ini juga menjadi bagian dari sinergi dan kolaborasi antar-APH dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Dalam razia tersebut, petugas berhasil menyita sejumlah barang terlarang, antara lain earphone, 6 stop kontak rakitan, 10 alat cukur besi, 6 benda berbahan kaca, 3 cutter atau pisau, 22 korek api, sebuah alat pemanas rakitan, dan 4 kabel atau tali.

Seluruh hasil pemeriksaan akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Melalui kegiatan ini, Rutan Kelas I Surabaya menegaskan komitmennya untuk meningkatkan sinergi dengan APH, memperkuat pengawasan, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan kondusif.

Tinggalkan komentar