TKA SMA 2026 Hari Pertama: Siswa Akui Soal Bahasa Indonesia Butuh Ketelitian Ekstra

Pelaksanaan TKA SMA/sederajat 2026 dimulai dengan Bahasa Indonesia. Siswa menilai soal didominasi teks literasi panjang dan perlu ketelitian tinggi.

TKA SMA 2026 Hari Pertama: Siswa Akui Soal Bahasa Indonesia Butuh Ketelitian Ekstra
Siswa peserta TKA SMA 2026, Abiyyu, berbagi pengalaman menjalani TKA . Foto: Cicin Yulianti/detikcom

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK 2026 telah resmi dimulai pada Senin, 26 Oktober 2026. Hari pertama ujian ini diawali dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Sejumlah siswa peserta TKA di SMAN 3 Kota Tangerang Selatan, Banten, melaporkan bahwa ujian hari pertama menuntut konsentrasi dan ketelitian membaca yang tinggi. Soal-soal yang disajikan mayoritas berupa teks literasi panjang yang memerlukan analisis mendalam.

Salah seorang siswa, Abiyyu Desain Nagari, menjelaskan bahwa hampir seluruh butir soal menguji pemahaman langsung terhadap teks. Jawaban yang tepat hanya dapat ditemukan jika peserta membaca setiap detail bacaan dengan teliti. “Selain kita perlu memahami teksnya, kita juga perlu teliti dalam mengerjakan soalnya supaya hasil yang didapat sesuai dengan yang diinginkan. Setiap soal itu ada teksnya, jadi jawabannya terpaku dari teks. Kita harus teliti dalam membaca teks untuk bisa menjawab,” ungkapnya usai mengikuti TKA hari pertama.

Pilihan Ganda Kompleks Menantang

Abiyyu menambahkan, salah satu soal yang paling menantang baginya adalah teks mengenai batik. Soal tersebut disajikan dalam bentuk pilihan ganda kompleks. “Ada teks tentang batik, terus ditanya alasan kenapa penting bagi kita. Itu agak sulit, terlebih itu di soal pilihan ganda kompleks, jadi memilih mana jawaban yang benar itu paling menantang,” jelasnya.

Ia juga menemukan adanya sedikit typo (salah ketik) dalam salah satu soal. Abiyyu berharap tidak akan ada lagi typo dalam soal ujian selanjutnya. “Tadi masih ada beberapa kata yang typo, jadi tadi sempat kurang bisa memahami dengan baik,” tambahnya.

Teks Literasi Panjang dan Soal ‘Tricky’

Kesan serupa diutarakan oleh siswi peserta TKA sesi pertama lainnya, Nairah Marwah Dewi. Menurutnya, karakteristik soal Bahasa Indonesia kali ini tergolong tricky (mengecoh) dan banyak menggunakan teks.

“Pertanyaannya memang agak tricky. Jadi tipsnya itu kita harus baca benar-benar dan harus fokus ya teman-teman, biar kita bisa lebih dapat jawaban yang pas,” saran Nairah.

Ia mengaku materi literasi panjang dan sempat terkecoh saat harus menjawab soal kebahasaan, seperti kata serapan, yang menurutnya paling menguras energi. Namun, durasi pengerjaan menurut Nairah masih sangat memadai, sehingga ia dapat mengirimkan lembar jawaban tepat waktu. “Untuk aku sangat cukup dan aku submit-nya tepat waktu,” katanya.

Terkait kendala teknis sistem, Nairah menyebut sempat terjadi gangguan sesaat saat proses masuk (login). Namun, kendala tersebut segera ditangani. “Kendalanya tadi error aja sih saat mau login, tapi setelah itu bisa ditangani, jadi enggak ada kendala lain,” terangnya.

Incar PTN Pakai Nilai TKA

Bagi Abiyyu dan Nairah, hasil TKA ini memiliki arti strategis untuk menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impian mereka melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). “Apabila saya eligible, untuk bahan supaya bisa memvalidasi nilai rapor saya untuk mendaftar di jalur SNBP nanti,” harap Abiyyu.

Berkaca dari TKA Bahasa Indonesia, Abiyyu mengaku mendapatkan pelajaran berharga untuk pengerjaan TKA di hari berikutnya, terutama mengenai manajemen waktu yang baik. “Di TKA ini dengan waktu yang terbatas kita harus punya manajemen waktu yang baik. Kalau kita sering latihan soal, maka akan terbiasa mengerjakan soal-soal itu dengan waktu yang cukup,” ungkapnya.

Pelaksanaan TKA SMA/sederajat 2026 gelombang pertama akan berlanjut esok hari dengan mata pelajaran Bahasa Inggris. Abiyyu dan Nairah menyatakan akan mempersiapkan diri dengan mempelajari kembali materi untuk ujian berikutnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *