JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan terkini penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah rendahnya jarak pandang yang menghambat operasi udara, termasuk helikopter bantuan dari Jepang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa strategi pemadaman dilakukan secara massal dan terukur, mengutamakan satgas darat yang didukung oleh satgas udara untuk efektivitas maksimal. “Situasi umum pengamanan karhutla dapat kami sampaikan bahwa strategi operasional pemadaman dilakukan secara massal dan terukur di lapangan. Tentu kami juga mengutamakan satgas darat yang didukung secara efektif oleh satgas udara untuk hasil yang lebih maksimal,” ujar Berton dalam konferensi pers virtual BNPB, Selasa (15/9/2026).
Khusus di Kalimantan Barat, pada 14 September tercatat ada 19 titik api baru yang membakar lahan seluas 216,5 hektare. Tim gabungan berhasil memadamkan 180,8 hektare, menyisakan 80,7 hektare lahan yang masih terbakar.
Meskipun hujan ringan hingga lebat mengguyur sebagian wilayah Sambas, Sintang, Bengkayang, Singkawang, dan Sekadau, kondisi jarak pandang di Pontianak, Mempawah, hingga Singkawang masih di bawah 1 kilometer. Kualitas udara di wilayah tersebut dilaporkan masih berada dalam kategori berbahaya.
Rendahnya jarak pandang ini menjadi alasan helikopter bantuan Jepang jenis Chinook belum dapat dioperasikan. Pihak Jepang mensyaratkan jarak pandang minimal 3.500 hingga 5.000 meter untuk dapat melakukan operasi pemadaman. “Bantuan helikopter Jepang saat ini sudah tiba di Kalimantan Barat, namun belum dapat dioperasikan karena memang visibility sangat rendah dan pihak Jepang akan melakukan operasi ketika visibility 3.500 sampai 5.000 meter jarak pandang,” ungkap Berton.
Untuk mengatasi karhutla di Kalimantan Barat, sebanyak 14.759 anggota satgas darat telah dikerahkan. Selain itu, operasi modifikasi cuaca dan water bombing terus dilaksanakan.
Situasi Karhutla di Daerah Lain per 15 September:
Kalimantan Tengah
Terdapat 56 titik api baru seluas 189,6 hektare. Sebanyak 75,9 hektare telah berhasil dipadamkan, sementara 113,7 hektare masih dalam proses pemadaman.
Kalimantan Selatan
Muncul 40 titik api baru dengan luas 210,44 hektare. Dari jumlah tersebut, 136,46 hektare telah dipadamkan dan 73,98 hektare masih dalam penanganan.
Kalimantan Timur
Melaporkan 20 titik api baru seluas 701,27 hektare. Sebanyak 381,32 hektare telah dipadamkan, menyisakan 319,95 hektare yang masih dalam proses pemadaman.
Sumatera Selatan
Terdeteksi 20 titik api baru seluas 404,22 hektare. Operasi pemadaman telah berhasil mengendalikan 319,97 hektare, dengan sisa 84,25 hektare yang masih terbakar.
Jambi
Terdapat 22 titik api baru seluas 44,5 hektare. Sebanyak 34,5 hektare telah dipadamkan, dan 10 hektare masih dalam proses pemadaman.
Riau
Dilaporkan 17 titik api baru seluas 46,93 hektare. Sebanyak 25,13 hektare telah berhasil dipadamkan, dengan 21,8 hektare yang masih memerlukan penanganan.