Prabowo: Saya Persilakan KPK Jika Ada Bukti Tindak Pejabat

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan bahwa salah satu alasan dilakukannya perombakan kabinet adalah adanya kesalahan yang perlu dipertanggungjawabkan. Ia menceritakan pengalamannya saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pernah mendatanginya untuk menginformasikan kasus yang melibatkan pejabat di bawahnya.

Prabowo menyatakan bahwa proses hukum yang berjalan tidak bisa dihalangi. “Jadi kalaupun nanti ada reshuffle saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang, ya, tentunya kita organisasi ini kita selalu cari the right man in the right place, ya, kompetensi. Dan kalau ada yang mungkin dia nggak cocok di tempat itu ya kita harus, tadi, mampu untuk mengganti orang yang bener. Atau dia sendiri yang ada masalah, ya kita nggak bisa hindari kan,” ungkap Prabowo dalam Program Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026).

Ia menambahkan, terkadang penyidik KPK mendatangi dirinya untuk menginformasikan kasus yang menjerat pejabat tertentu. “Seperti saya nggak tau, ada, tahu-tahu KPK ada datang ke saya bilang, ‘Pak, ini..’, ya kan. ‘Pejabat ini begini, begini, begini’. Ya gimana saya ya kan. Apa kami diizinkan untuk menahan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Prabowo mengaku mempersilakan KPK untuk menindak pejabatnya jika memang ditemukan bukti hukum yang cukup. Ia mengungkit sebuah kasus yang menjerat salah satu wakil menterinya. “‘You ada bukti? kalau ada bukti silakan’, saya bilang. Tahu-tahu ada kejadian ya. Ada, wamen saya, ya itu tanggung jawab dia,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar