Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita aset terkait kasus yang sedang diselidiki. Kali ini, sebuah mobil mewah merek Mercedes-Benz (Mercy) milik Anggota DPRD Kota Bengkulu, Vinna Ledy Anggraheni (VLA), disita oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut. Mobil ini diduga merupakan pemberian dari seorang pengusaha bernama Eno Bowo Susilo (EBS).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengonfirmasi penyitaan kendaraan roda empat tersebut. “Hari ini penyidik kembali melakukan penyitaan terhadap satu unit kendaraan roda empat, yaitu mobil Mercy milik saudari VLA yang merupakan anggota DPRD kota Bengkulu,” ujar Budi.
Penyitaan mobil Mercy ini menambah daftar aset yang telah diamankan KPK dari Vinna Ledy. Sebelumnya, KPK juga telah menyita mobil Pajero Sport yang diduga juga merupakan pemberian pengusaha. Selain itu, KPK telah menemukan dua mobil lain, yakni Toyota Fortuner dan Innova Zenix, yang diduga juga milik Vinna dari pemberian Eno Bowo. Namun, kedua mobil tersebut belum disita dan masih dalam proses pendalaman lebih lanjut.
Proses hukum yang melibatkan Vinna Ledy Anggraheni merupakan pengembangan dari perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Rejang Lebong nonaktif, M Fikri Thobari. Fikri ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap sebesar Rp 1,7 miliar yang diduga diberikan secara bertahap melalui perantara. KPK memulai penyidikan baru terkait kasus ini pada Juli 2026, namun belum mengumumkan tersangka baru.
Sejak Agustus 2026, KPK telah melakukan serangkaian tindakan penyitaan dan penggeledahan. Mobil Pajero Sport milik Vinna disita pada 10 Agustus 2026. Penggeledahan juga dilakukan di rumah Vinna pada 12-13 Agustus 2026. Pengusaha Eno Bowo Susilo kemudian diperiksa terkait dugaan pemberian aset mewah, termasuk mobil, apartemen, dan rumah, kepada pejabat di Kota Bengkulu yang diduga terkait dengan pengerjaan proyek di wilayah tersebut.
Penyitaan aset tidak berhenti di situ. Pada 1 September 2026, KPK menyita sebuah rumah mewah milik Vinna Ledy yang berlokasi di Jakarta Selatan. KPK juga masih mendalami dugaan penerimaan uang oleh Vinna dari pengusaha, meskipun nilai pastinya belum diungkapkan.