Kejaksaan Agung (Kejagung) terus mendalami dugaan korupsi dalam tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2025-2026 oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam proses penyidikan ini, tim dari Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah memanggil dan memeriksa tujuh orang saksi.
Para saksi yang diperiksa berasal dari berbagai latar belakang, termasuk perwakilan dari pihak yayasan yang terlibat dan tenaga ahli yang bekerja untuk BGN. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk memperkuat alat bukti yang telah dikumpulkan penyidik.
Anang Supriatna menegaskan bahwa seluruh proses penyidikan dilakukan secara profesional, independen, dan akuntabel. Ia juga menekankan bahwa asas praduga tidak bersalah dan prinsip kehati-hatian tetap dijunjung tinggi selama penyelidikan berlangsung.
Tujuh saksi yang diperiksa hari ini meliputi:
- UR, yang bertindak sebagai penyedia peralatan dapur untuk SPPG Paslaten dan SPPG Lopana.
- A dari Yayasan CA.
- D dari Yayasan RMM.
- ANR, seorang Tenaga Ahli pada BGN.
- TAR dari Yayasan AHP.
- ATP dari Yayasan NFIE.
- BH dari Yayasan IFSR.
Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di BGN untuk periode 2025-2026. Para tersangka ini mencakup mantan pejabat BGN hingga pimpinan perusahaan yang terlibat dalam pengadaan motor listrik untuk program tersebut.
Dugaan penyimpangan dalam tata kelola program MBG yang diusut meliputi adanya dugaan afiliasi antara para tersangka dengan yayasan pengelola SPPG. Selain itu, terindikasi adanya penggelembungan harga atau markup dalam pengadaan berbagai item, seperti motor listrik, sepatu, tablet, dan televisi.
Adapun tujuh tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus ini adalah:
- Dadan Hindayana, mantan Kepala BGN.
- Sony Sonjaya, mantan Wakil Kepala BGN.
- Lodewyk Pusung, mantan Wakil Kepala BGN.
- Asep Yusuf Somantri (AYS), yang disebut sebagai orang dekat Sony.
- Andri Mulyono (AM), Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (PT YAT), perusahaan penyedia motor listrik BGN.
- Glory Harimas Sihombing, Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review (IFSR).
- Lalu Muhammad Iwan (LMI), Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN.