REMBANG – Insiden keracunan massal terjadi di SMAN 1 Rembang, Jawa Tengah, yang menimpa 105 siswa dan delapan guru. Para korban mengalami keluhan diare dan mual setelah menyantap menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi hal ini, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung mengambil tindakan tegas dengan mencopot kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab atas dapur tersebut.
“Kepada dapur sudah langsung kita copot dan dilakukan pemeriksaan internal melalui Irtama BGN,” ujar Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, pada Sabtu (26/9/2026). Ketut menyatakan keprihatinannya atas kasus ini, meskipun pihaknya telah berupaya maksimal dalam pencegahan. Ia menambahkan bahwa Standard Operating Procedure (SOP) masih ada yang dilanggar.
Saat ini, tim BGN juga tengah melakukan investigasi menyeluruh terhadap standar dan kelayakan dapur, termasuk personel yang bertugas. Hal ini dilakukan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan.
Sebelumnya, pada Kamis (24/9), sebanyak 105 murid dan delapan guru SMAN 1 Rembang mengeluhkan diare dan mual setelah mengonsumsi menu MBG yang terdiri dari nasi, bakwan jagung, dan pentol bumbu Bali. Kepala SMAN 1 Rembang, Endang Sri Lestari, mengonfirmasi bahwa tidak ada tenaga kependidikan (tendik) yang terdampak dalam insiden ini.