JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan perkembangan terkini mengenai kondisi dua siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang diduga mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Ia menyatakan bahwa Kementerian Kesehatan telah mengerahkan tim ahli terbaik untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kedua pasien.
Awalnya, penanganan medis terhadap kedua siswi tersebut dilakukan oleh tim dari Rumah Sakit Adam Malik. Keputusan ini diambil setelah Kementerian Kesehatan berkonsultasi dengan RSCM dan Rumah Sakit Harapan Kita untuk mengevaluasi situasi yang terjadi.
“Jadi, yang kejadian di Karo, waktu kita mengetahui terjadi masalah ini, kita konsultasi ke RSCM sama Harapan Kita untuk segera menggaet Rumah Sakit Adam Malik memeriksa kejadiannya tuh seperti apa,” ungkap Budi usai menghadiri rapat dengan Komisi IX DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Ia menambahkan, tim dari Rumah Sakit Adam Malik telah bertemu dan memeriksa kondisi pasien, serta telah melakukan tindakan medis yang diperlukan untuk perawatan mereka. “Tim Adam Malik sudah bertemu dengan pasiennya. Sudah memeriksa pasiennya, kemudian sudah melakukan tindakan juga untuk merawat yang bersangkutan,” sambungnya.
Namun, seiring dengan viralnya kasus ini di media sosial, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta agar kedua siswi tersebut segera dipindahkan ke RSCM. Permintaan ini didasari oleh pertimbangan bahwa RSCM memiliki fasilitas dan keahlian medis yang lebih komprehensif.
“Kenapa? Karena dilihat bahwa RSCM memiliki kemampuan dokter-dokternya yang jauh lebih lengkap dibandingkan Rumah Sakit Adam Malik,” jelas Budi.
Untuk memastikan penanganan yang optimal, tim ahli dari RSCM telah dikumpulkan, sesuai dengan arahan dari Wakil Presiden. Tim ini terdiri dari berbagai spesialis yang relevan dengan kondisi pasien. “Pemeriksaannya apa saja? Saya sudah ngumpulin tim RSCM karena sesuai dengan arahan dari Pak Wapres. Nomor satu, kita ada dokter spesialis anak,” kata Budi.
Mengingat adanya indikasi masalah pada sistem saraf, tim ahli juga melibatkan seorang profesor yang merupakan ahli neurologi anak. “Nomor dua, karena ini berkaitan dengan saraf, kita juga memanggil dokter yang Profesor yang paling ahli mengenai neurologi anak. Itu mengenai apa? Saraf anak,” jelasnya lebih lanjut.
Selain itu, pemeriksaan juga mencakup aspek kejiwaan, sehingga seorang profesor di bidang psikiater anak turut dilibatkan. Ketua Kolegium Anak juga dipanggil untuk memberikan tinjauan menyeluruh terhadap kondisi pasien. “Karena ini juga ada kaitannya dengan kejiwaan, kita ambil Profesor yang bergerak di bidang psikiater anak, ya. Yang keempat, kita juga memanggil Ketua Kolegium Anak untuk melihat secara keseluruhan tuh seperti apa,” paparnya.
Dokter penyakit dalam juga menjadi bagian dari tim medis yang diturunkan. Keterlibatan mereka bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya kondisi medis lain yang belum teridentifikasi. “Ya, kita juga memanggil ahli dari anak yang mengerti mengenai penyakit dalam. Karena takutnya ada yang lain juga yang kita tidak tahu,” ujarnya.
Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa tim ahli tersebut sudah mulai bekerja dan hasil pemeriksaan diharapkan segera keluar dalam beberapa hari ke depan. Ia menekankan pentingnya menunggu hasil resmi dari tim ahli sebelum membuat kesimpulan. “Nah, mereka tuh sudah bekerja. Harusnya hasilnya sih sebentar lagi keluar, ya. Saya kenapa saya tidak mau berspekulasi, karena lebih baik ahlinya lah yang menjawab,” tegasnya.
Menteri Kesehatan mengaku belum menerima laporan detail mengenai hasil pemeriksaan terbaru. Ia memilih untuk tidak berspekulasi mengenai kondisi pasien dan menyerahkan sepenuhnya penjelasan kepada tim ahli yang berwenang. “Kalau waktu dari Adam, saya tidak tahu (kenapa hasil diagnosinya belum keluar) kalau yang enam rumah sakit yang lain, ya. Tapi saya tahu yang Adam Malik sudah ada. Cuma itu kan perlu diperkuat oleh ahlinya sesuai permintaan Pak Wapres, kan? Supaya benar-benar bagus,” ungkapnya.
“Jadi, tim ahlinya tuh sekarang sudah kerja semua. Itu harus, saya belum ter-update hasilnya, tapi dalam satu hari dua hari ini pasti keluar,” imbuh dia, menutup keterangannya.