UNAIR Pertahankan Peringkat Bintang Lima dalam Pemeringkatan Kampus Sehat HURS

Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meraih bintang lima dalam Healthy University Rating System (HURS) yang diinisiasi AUN-HPN, menunjukkan komitmen pada lingkungan kampus sehat.

UNAIR Pertahankan Peringkat Bintang Lima dalam Pemeringkatan Kampus Sehat HURS
Foto: UNAIR

Jakarta – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali berhasil mempertahankan predikat bintang lima dalam Healthy University Rating System (HURS). Pemeringkatan ini merupakan inisiatif dari ASEAN University Network-Health Promotion Network (AUN-HPN) yang bertujuan menilai kesehatan lingkungan perguruan tinggi.

Capaian ini mengukuhkan upaya UNAIR dalam menciptakan ekosistem kampus yang pro-kesehatan, meliputi kebijakan yang mendukung, penyediaan fasilitas memadai, program edukasi, hingga promosi kesehatan berkelanjutan. Prof. Hery Purnobasuki, Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR, menjelaskan bahwa HURS berfungsi sebagai instrumen evaluasi yang mengarahkan perguruan tinggi dalam upaya promosi kesehatan.

“Capaian bintang lima ini bukan sekadar sebuah penghargaan, melainkan sebuah momentum untuk mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan menentukan langkah perbaikan ke depan,” ujar Hery dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).

Evaluasi Kebijakan dan Fasilitas Pendukung Kesehatan

Penilaian HURS mencakup berbagai dimensi krusial, mulai dari sistem dan infrastruktur yang menunjang kesehatan, perumusan kebijakan kampus, integrasi edukasi kesehatan dalam kurikulum, hingga implementasi program promosi kesehatan yang efektif. Setiap aspek ini memberikan panduan bagi perguruan tinggi untuk meninjau sejauh mana lingkungan fisik dan kebijakan yang ada benar-benar mendukung kesejahteraan seluruh civitas academica.

Hery memberikan contoh konkret mengenai penerapan kawasan tanpa rokok yang memerlukan partisipasi aktif dan kepatuhan dari seluruh warga kampus. Demikian pula, pengelolaan kantin harus memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan yang tinggi, serta praktik pengelolaan sampah yang ramah lingkungan untuk menciptakan suasana kampus yang sehat.

Lebih lanjut, UNAIR juga dituntut untuk memperhatikan aspek aksesibilitas fasilitas bagi mahasiswa penyandang disabilitas, serta meningkatkan perhatian terhadap kesehatan mental dan fisik seluruh komunitas kampus.

“Ketika kita mengikuti penilaian semacam ini, kita memiliki kesempatan untuk merefleksikan apa saja yang telah kita lakukan dan aspek mana yang masih memerlukan pembenahan. Indikator penilaian ini sangat membantu kita dalam mengenali kekurangan-kekurangan yang mungkin terlewatkan dalam rutinitas sehari-hari,” jelasnya.

Menurut Hery, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antar-unit di lingkungan universitas. Unit promosi kesehatan memang berperan sentral dalam menginisiasi dan mengevaluasi pelaksanaan program, namun implementasi kebijakan yang efektif juga memerlukan dukungan solid dari jajaran fakultas, pengelola fasilitas, serta seluruh sivitas akademika.

Menjaga Capaian Melalui Perbaikan Berkelanjutan

Hasil evaluasi HURS menjadi landasan penting untuk memprioritaskan area perbaikan. Apabila ditemukan kelemahan pada fasilitas atau kebijakan tertentu, LPMB dapat berkoordinasi secara proaktif dengan unit-unit terkait untuk memastikan tindak lanjut yang lebih terarah dan efektif.

Hery menekankan bahwa pencapaian predikat kampus sehat tidak semata-mata diukur dari kelengkapan dokumen penilaian. Program dan kebijakan yang dijalankan harus mampu menghasilkan perubahan yang nyata, menciptakan lingkungan kampus yang lebih nyaman, serta secara aktif mendorong warga kampus untuk mengadopsi kebiasaan hidup sehat.

“Harapannya, setiap inisiatif yang kita lakukan dapat membawa dampak positif yang signifikan dan berkontribusi pada peningkatan kualitas kampus dari tahun ke tahun. Penghargaan yang diraih hanyalah sebuah bonus, sementara tujuan utamanya tetaplah peningkatan kesejahteraan seluruh warga kampus,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *