JAKARTA – Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali menorehkan prestasi gemilang dalam kancah ilmiah internasional. Dalam daftar World’s Top 2% Scientists 2026 yang dirilis oleh penerbit ilmiah global Elsevier, Unpad menjadi institusi di Indonesia dengan jumlah ilmuwan terbanyak yang masuk dalam pemeringkatan bergengsi tersebut.
Sebanyak 20 ilmuwan dari Unpad berhasil masuk dalam daftar bergengsi ini, terdiri dari 19 dosen dan 1 alumni dari Fakultas Kedokteran. Capaian ini menempatkan Unpad di posisi teratas di antara perguruan tinggi di Indonesia, mengungguli universitas-universitas besar lainnya.
Universitas Gadjah Mada (UGM) menyusul di peringkat kedua dengan 19 ilmuwan, diikuti oleh Universitas Airlangga dan Universitas Indonesia yang masing-masing memiliki 17 ilmuwan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berada di posisi kelima dengan 16 ilmuwan.
Menurut Unpad, melalui unggahan di akun Instagram resminya, pencapaian ini merupakan bukti nyata kontribusi universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan melalui riset dan publikasi ilmiah yang diakui secara global. “Capaian ini menempatkan Unpad di posisi pertama di antara institusi di Indonesia berdasarkan jumlah ilmuwan yang tercatat dalam pemeringkatan tersebut,” ujar Unpad.
Berikut adalah daftar 10 perguruan tinggi di Indonesia dengan jumlah ilmuwan terbanyak di World’s Top 2% Scientists 2026:
- Universitas Padjadjaran: 20 ilmuwan
- Universitas Gadjah Mada: 19 ilmuwan
- Universitas Airlangga: 17 ilmuwan
- Universitas Indonesia: 17 ilmuwan
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN): 16 ilmuwan
- Institut Teknologi Bandung: 15 ilmuwan
- Universitas Brawijaya: 9 ilmuwan
- Universitas Hasanuddin: 9 ilmuwan
- Universitas Diponegoro: 9 ilmuwan
- Bina Nusantara University: 7 Ilmuwan
World’s Top 2% Scientists 2026 merupakan pemeringkatan yang disusun berdasarkan sejumlah indikator bibliometrik untuk mengukur dampak dan kontribusi ilmiah para peneliti. Penilaian ini mencakup rekam jejak publikasi dan sitasi karya ilmiah dari berbagai bidang keilmuan.
Indikator yang digunakan meliputi jumlah sitasi, indeks h (h-index), penyesuaian kontribusi penulis, posisi penulis dalam publikasi, serta skor gabungan (composite score atau c-score). Jumlah sitasi mengukur seberapa sering karya ilmiah dirujuk oleh peneliti lain, sementara h-index mengukur produktivitas publikasi sekaligus dampak sitasinya.
Universitas Padjadjaran merinci 19 dosen yang masuk dalam daftar ini, antara lain:
- Dr Yedi Herdiana, SSi, MSi, Apt (Fakultas Farmasi)
- Prof Dr Sofik Handoyo, SE, Ak, MSBS (Fakultas Ekonomi dan Bisnis)
- Prof Nasrul Wathoni, SSi, Apt, MSi, PhD (Fakultas Farmasi)
- Prof Muchtaridi, SSi, Apt, MSi, PhD (Fakultas Farmasi)
- Dr Edy Subroto, STP, MP (Fakultas Teknologi Industri Pertanian)
- Prof Dr Eng I Made Joni, MSc (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)
- Prof Dr Aliya Nur Hasanah, SSi, Apt, MSi (Fakultas Farmasi)
- Noto Susanto Gultom, SPd, MSc, PhD (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)
- Prof Dr Diana Rakhmawaty Eddy, MSi (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)
- Prof dr Rovina, SpPD, PhD (Fakultas Kedokteran)
- Qorinah Estiningtyas Sakilah Adnani, SST, MKeb, PhD (Fakultas Kedokteran)
- Prof Rizky Abdulah, SSi, Apt, PhD (Fakultas Farmasi)
- Prof Dr Yeni Wahyuni Hartati, MSi (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)
- Dr rer nat Dr Afiat Berbudi, MKes (Fakultas Kedokteran)
- Irkham, SSi, MSc, PhD (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)
- Prof dr Ronny, MKes, AIFO, PhD (Fakultas Kedokteran)
- Arif Budiman, SSi, Apt, MSi, PhD (Fakultas Farmasi)
- Prof Dr Unang Supratman, MS (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam)
- Sofa Dewi Alfian, MKM, Apt, PhD (Fakultas Farmasi)
Komentar