Bogor – Turnamen golf IFC-ITB Golf Tournament 2026 yang diselenggarakan di Rainbow Hills Golf Club, Bogor, Jawa Barat, sukses mengumpulkan dana sebesar Rp 500 juta. Ajang ini digelar untuk menjaga keberlanjutan Program Beasiswa TF1000, mendanai renovasi ruang kuliah, serta memberikan bantuan kemanusiaan untuk bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Acara yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni Teknik Fisika (IATF) ITB ini dibuka tidak hanya untuk alumni Teknik Fisika, tetapi juga untuk alumni dari prodi dan fakultas lain di ITB, serta peserta umum. Tujuannya adalah untuk memperluas jangkauan dukungan sosial dan sponsor komersial.
Ketua Program Studi Sarjana Teknologi Fisika ITB, Rizky Armanto, menjelaskan bahwa turnamen ini berupaya menangkap peluang dukungan yang lebih besar. “Harapannya, kita bisa mengumpulkan bantuan dan sponsor yang lebih besar, kemudian dana tersebut disisihkan untuk Beasiswa TF1000. Dana yang terkumpul kurang lebih akan digunakan untuk menjalankan TF1000 selama satu tahun ke depan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (27/9/2026).
Program TF1000, yang telah berjalan hampir dua dekade, berawal dari gagasan sederhana untuk mengajak alumni menyisihkan minimal Rp 1.000 per hari. Dana ini ditujukan untuk membantu mahasiswa aktif yang menghadapi kendala finansial. Rata-rata, 10 hingga 15 mahasiswa per tahun menerima manfaat biaya hidup bulanan dari program ini.
Rizky menekankan pentingnya peran alumni dalam menjaga iklim akademik dan keberlangsungan studi mahasiswa sebagai aset modal insani bangsa. “Kita tentunya melakukan investasi dari segi sumber daya manusia. Mahasiswa ini adalah modal insani kita untuk mencapai tujuan-tujuan besar secara nasional. Mereka yang nantinya akan membangun Indonesia ke depan. Jadi, dengan adanya event-event seperti ini, secara tidak langsung kita mendukung perjalanan perkuliahan mereka secara finansial dan material,” tegasnya.
Guru Besar Fakultas Teknologi Industri ITB sekaligus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, turut menyampaikan dukungannya. Ia menilai TF1000 sangat krusial sebagai jaring pengaman bagi mahasiswa yang membutuhkan bantuan keuangan mendesak.
“Meskipun pemerintah telah mengalokasikan dana besar hingga lebih dari Rp 15 triliun per tahunnya, pada kenyataannya masih banyak mahasiswa yang membutuhkan. Bantuan yang datang pada waktu yang tepat bisa membuat mereka tetap melanjutkan kuliah. Saya berharap tidak ada adik-adik kita yang harus berhenti belajar karena persoalan biaya,” ungkap Brian.
Brian berharap skema kolaborasi dan kepedulian antara alumni dan kampus melalui program TF1000 dapat menjadi inspirasi bagi almamater lain di Indonesia. “TF1000 menunjukkan bagaimana kepedulian alumni bisa bertemu dengan pengetahuan kampus tentang kebutuhan mahasiswanya. Saya melihat ini contoh yang sangat baik bagaimana alumni berterima kasih kepada almamater dan saya berharap ini bisa menjadi contoh untuk berbagai alumni di seluruh kampus di Indonesia,” pungkasnya.
Komentar