JAKARTA – Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, pada Sabtu (19/9/2026) malam. Pertemuan ini membahas potensi peningkatan hubungan bilateral kedua negara melalui kerja sama pendidikan politik dan pelatihan kaderisasi partai.
Surya Paloh menyatakan bahwa dirinya dan Ahmad Zahid, yang juga menjabat sebagai Presiden Partai United Malays National Organisation (UMNO), sepakat untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Malaysia. Upaya ini diharapkan dapat lebih kuat dalam membawa kepentingan kedua bangsa.
“Kami tadi telah banyak berbincang, diselingi dengan acara makan malam bersama. Tapi pada intinya adalah kami sepakat berdua bagaimana upaya-upaya yang bisa dijalankan dan diteruskan oleh Partai NasDem maupun Partai UMNO,” ungkap Paloh kepada wartawan.
Ia menambahkan, “Karena beliau juga berkedudukan sebagai Presiden Partai UMNO, agar hubungan bilateral yang sudah kita miliki selama ini antara Indonesia-Malaysia tidak hanya sekadar dipertahankan, tapi diupayakan agar lebih erat lagi, lebih kuat lagi di dalam membawa kepentingan kedua bangsa ini.”
Ahmad Zahid Hamidi menyambut baik pertemuan tersebut dan mengaku partainya memperoleh banyak pelajaran dari NasDem, terutama terkait program pelatihan kaderisasi.
“Partai saya, UMNO, telah menghantar tim ke gedung ini, ke tower ini, bagi kami melatih dan melakukan training, training for the trainers. Kerana kita telah membentuk Sekolah Politik UMNO, SPU, dan modul serta the training programme yang ada di NasDem itu sebagiannya dipergunakan untuk kaderisasi bagi anak-anak muda yang baru menyertai partai kami,” jelas Zahid.
Lebih lanjut, Zahid menyampaikan bahwa kedua partai sepakat untuk merencanakan kerja sama jangka panjang yang akan berfokus pada pelatihan pembentukan generasi muda.
“Dalam NasDem itu akan dipelajari juga oleh UMNO untuk membentuk, bukan hanya sekadar kaderisasi dari segi memperolehi the new leaderships in UMNO, tetapi kita mahu mempelajari bagaimana soal mendekati, menyantuni, mendepani permasalahan bagi merangkul Gen Z dan Gen Alfa kemudiaannya untuk menganggotai partai kami. Dan ini kami pelajari dengan cukup mendalam,” pungkasnya.