Elektabilitas NasDem 4,4 Persen, Sekjen Hermawi Taslim: Survei Dinamis, Optimistis Meroket di 2029

Partai NasDem menanggapi hasil survei Poltracking yang menunjukkan elektabilitas partai berada di angka 4,4 persen. Sekjen NasDem, Hermawi Taslim, menyatakan bahwa hasil survei merupakan kondisi sesaat yang dinamis dan dapat berubah.

“Survei kan dinamis, sebuah kondisi sesaat yang terus berubah-ubah,” ujar Hermawi Taslim saat dihubungi pada Jumat, 25 September 2026.

Hermawi kemudian mengungkit rekam jejak NasDem dalam Pemilu 2014, 2019, dan 2024. Ia mengklaim bahwa elektabilitas NasDem selalu melampaui hasil survei yang ada sebelum pemilu dilaksanakan.

“Faktanya, ketika pemilu pertama NasDem 2014, dua minggu menjelang pemilu, survei NasDem hanya 1,2 persen. Nyatanya NasDem dapat 7 koma sekian persen. Begitu juga menjelang Pemilu 2019, survei NasDem kecil sekali. Tapi faktanya dapat 9 koma sekian persen, dan pada Pemilu 2024 NasDem menjadi 10 koma sekian persen,” jelasnya.

Hermawi justru meyakini bahwa kondisi internal partai saat ini akan menghasilkan performa yang optimal. Ia kembali menekankan bahwa dalam tiga kali partisipasi pemilu, suara NasDem terus mengalami peningkatan.

“Dengan konsolidasi dan kaderisasi yang terus masif saat ini, kami optimistis dan hakulyakin, NasDem akan menapaki hasil yang lebih tinggi lagi. Jangan lupa, tiga kali NasDem ikut pemilu terus menunjukkan hasil yang menaik, dan situasi internal saat ini menurut kami adalah situasi terbaik untuk meraup suara lebih tinggi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Hermawi mengungkapkan keyakinannya bahwa NasDem akan mampu meraih posisi tiga besar pada Pemilu 2029.

“Tema kaderisasi kami kali ini adalah NasDem naik kelas, masuk 3 besar karena sudah dua kali pemilu selalu berada di urutan ke 4 nasional. Kami optimistis suara kami akan naik pada Pemilu 2029,” tegasnya.

Survei Poltracking

Sebelumnya, Poltracking menggelar survei nasional mengenai elektabilitas partai politik yang dilaksanakan pada periode 14 hingga 20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka. Survei ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.

Metode sampel yang digunakan adalah multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Berikut adalah hasil survei Poltracking terbaru mengenai elektabilitas partai politik:

  • Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra): 23,2%
  • Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP): 11,6%
  • Partai Golongan Karya (Golkar): 10,4%
  • Partai Kebangkitan Bangsa (PKB): 6,2%
  • Partai Demokrat (PD): 6,1%
  • Partai NasDem: 4,4%
  • Partai Amanat Nasional (PAN): 3,4%
  • Partai Keadilan Sejahtera (PKS): 3,3%
  • Partai Solidaritas Indonesia (PSI): 2,3%
  • Partai Persatuan Pembangunan (PPP): 1,9%
  • Partai Perindo: 0,6%
  • Partai Buruh: 0,5%
  • Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura): 0,3%
  • Partai Ummat: 0,1%
  • Partai Bulan Bintang (PBB): 0,1%
  • Partai Garuda: 0,1%
  • Partai Kebangkitan Nusantara (PKN): 0,1%
  • Partai Gelora: 0,1%
  • Tidak tahu/tidak jawab: 25,3%

Tinggalkan komentar