Partai NasDem menanggapi hasil survei terbaru dari Poltracking Institute yang menunjukkan elektabilitas partai sebesar 4,4 persen. Sekjen NasDem, Hermawi Taslim, menyatakan bahwa hasil survei tersebut merupakan kondisi sesaat yang bersifat dinamis dan dapat berubah.
Hermawi mengingatkan bahwa elektabilitas NasDem dalam survei seringkali berbeda dengan hasil Pemilu sebenarnya. Ia mencontohkan Pemilu 2014, di mana survei dua minggu sebelum hari H menunjukkan angka 1,2 persen, namun pada kenyataannya NasDem meraih lebih dari 7 persen suara. Fenomena serupa terjadi pada Pemilu 2019 dan 2024, di mana elektabilitas NasDem dalam survei juga cenderung lebih rendah dari perolehan suara riil.
“Faktanya ketika pemilu pertama NasDem 2014, dua minggu menjelang pemilu survei NasDem hanya 1,2 persen, nyatanya NasDem dapat 7 koma sekian persen, begitu juga menjelang Pemilu 2019, survei NasDem kecil sekali, tapi faktanya dapat 9 koma sekian persen, dan pada Pemilu 2024 NasDem menjadi 10 koma sekian persen,” ujar Hermawi.
Lebih lanjut, Hermawi mengungkapkan keyakinannya bahwa konsolidasi dan kaderisasi yang terus dilakukan secara masif saat ini akan membawa NasDem meraih hasil yang lebih optimal. Ia menekankan bahwa dalam tiga kali keikutsertaan pemilu, suara NasDem terus menunjukkan tren kenaikan.
“Dengan konsolidasi dan kaderisasi yang terus masif saat ini, kami optimis dan hakul yakin, Nasdem akan menapaki hasil yang lebih tinggi lagi, jangan lupa 3 kali NasDem ikut pemilu terus menunjukkan hasil yang menaik, dan situasi internal saat ini menurut kami adalah situasi terbaik untuk meraup suara lebih tinggi,” jelasnya.
Hermawi menargetkan NasDem bisa masuk tiga besar pada Pemilu 2029. “Tema kaderisasi kami kali ini adalah NasDem naik kelas, masuk 3 besar karena sudah dua kali pemilu selalu berada di urutan ke 4 nasional, kami optimis suara kami akan naik pada Pemilu 2029,” tuturnya.
Survei Poltracking yang dirilis sebelumnya dilakukan pada periode 14-20 Agustus 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error kurang lebih 2,9 persen.
Berdasarkan survei tersebut, elektabilitas partai politik tertinggi diraih Partai Gerindra dengan 23,2 persen, diikuti PDIP 11,6 persen, dan Golkar 10,4 persen. Partai NasDem berada di urutan keenam dengan elektabilitas 4,4 persen, di bawah PKB (6,2%) dan Partai Demokrat (6,1%).