JAKARTA – Kapoksi NasDem di Komisi II DPR, Ujang Bey, menanggapi usulan dari Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, yang menyarankan agar Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dilaksanakan lebih awal. Menurut Ujang, usulan tersebut dapat dipertimbangkan sebagai masukan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu di masa mendatang.
“Saya kira itu bisa dijadikan masukan oleh Komisi II sebagai bahan pertimbangan dalam pembahasan RUU Pemilu ke depan,” ujar Ujang kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).
Ujang mengungkapkan bahwa opsi tersebut memang pernah dikaji di internal Partai NasDem. Ia menambahkan bahwa semua opsi terkait desain pelaksanaan pemilu masih sangat memungkinkan untuk didiskusikan lebih lanjut. “Saya sendiri sebagai anggota DPR Fraksi NasDem, usulan Golkar tersebut memang sempat menjadi kajian juga di internal NasDem,” tuturnya.
Menurutnya, setiap opsi memiliki potensi untuk diakomodir dalam rancangan undang-undang. “Semua opsi memungkin untuk diakomodir,” imbuhnya.
Sebelumnya, Ahmad Doli Kurnia mengemukakan gagasannya bahwa Pileg, Pemilihan Presiden (Pilpres), dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sebaiknya diselenggarakan secara terpisah. Doli mengusulkan agar Pileg didahulukan, dan hasil dari Pileg tersebut dapat menjadi dasar atau tiket untuk pencalonan dalam Pilpres.
Doli menjelaskan bahwa usulan ini telah disampaikan sejak awal pembahasan mengenai keserentakan pemilu. Ia berpendapat bahwa setiap jenis pemilihan umum sebaiknya memiliki jadwal pelaksanaannya sendiri. “Mengenai keserentakan pemilu, kami memang sejak awal mengusulkan agar ketiga jenis pemilu yang kita miliki, pileg, pilpres, dan pilkada sebaiknya diselenggarakan terpisah, tidak ada yang disatukan,” kata Doli kepada wartawan, Selasa (22/9).
Doli memaparkan bahwa ada beberapa alasan di balik usulan tersebut. Salah satunya adalah agar masyarakat dapat lebih fokus dalam menentukan pilihan mereka untuk setiap jenis pemilihan yang diselenggarakan.