Pemerintah Kota Surabaya bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim) 2027. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui ajang Surabaya Rising Champion (SRC) 2026, yang dirancang untuk menjaga konsistensi performa atlet sekaligus menjadi simulasi menuju Porprov.
SRC 2026 secara resmi dibuka oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di halaman Balai Kota Surabaya. Tahun ini, ajang tersebut diikuti oleh atlet dari 33 cabang olahraga (cabor), menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mempertandingkan 10 cabor.
Eri Cahyadi menyatakan bahwa penyelenggaraan SRC merupakan bukti komitmen Pemerintah Kota Surabaya dan KONI untuk memastikan atlet memiliki ruang yang cukup untuk bertanding dan mengembangkan prestasinya. “Kita punya komitmen dengan Ketua KONI Kota Surabaya, bagaimana atlet tidak pernah berhenti untuk mencari prestasi tidak hanya di Porprov. Tapi bagaimana Kota Surabaya ini selalu punya komitmen agar atlet terus bisa berkembang dan bertanding,” kata Eri.
Ia menekankan pentingnya kompetisi yang digelar secara rutin untuk menjaga kemampuan atlet agar tidak menurun akibat minimnya pertandingan. “Kegiatan ini rutin setiap tahun kita lakukan bersama dengan KONI. Jadi jangan sampai atlet Kota Surabaya itu ketika tidak ada Porprov, tidak ada kegiatan (olahraga) yang lainnya, maka tidak ada pertandingan,” ujar Eri.
Komitmen ini juga menjadi bagian dari strategi Surabaya untuk mempertahankan prestasinya pada Porprov Jatim 2027. Pada Porprov sebelumnya, Surabaya berhasil meraih 198 dari target 200 medali emas dan mempertahankan status sebagai juara umum. “Kalau (Porprov) kemarin (2025) kita ada target 200 tapi tercapainya 198 dan kita selalu juara umum di luar Kota Surabaya,” imbuh Eri.
Dengan status tuan rumah pada Porprov Jatim 2027, Surabaya menargetkan lebih dari 200 medali emas. “Insyaallah kalau Porprov di bulan Juni tahun 2027 ketika kita jadi tuan rumah, maka kalian harus merebut dan merayakan di kota kita sendiri, Kota Surabaya,” ujar Eri. Ia meminta para atlet memanfaatkan status tuan rumah untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan mengharumkan nama Kota Pahlawan.
Selain pembinaan atlet, Pemkot Surabaya juga tengah menyiapkan sarana dan prasarana pendukung Porprov Jatim 2027. Sejumlah fasilitas olahraga telah diperbaiki, sementara venue yang belum tersedia akan dipenuhi melalui kerja sama atau penyewaan. “Alhamdulillah kita bergerak bersama dengan Ketua KONI. Ada beberapa tempat yang sudah kita perbaiki. Ada yang kita tidak memiliki, memang kita kerja sama, kita sewa tempat,” tutur Eri.
Ketua KONI Kota Surabaya, Arderio Hukom, menambahkan bahwa SRC 2026 menjadi instrumen penting untuk mengukur kesiapan Surabaya sebagai tuan rumah Porprov Jatim 2027. “Yang ingin dicapai KONI Surabaya adalah menunjukkan bahwa Surabaya sangat siap menuntaskan Porprov 2027,” kata Arderio.
Arderio menjelaskan bahwa SRC 2026 dikemas sebagai miniatur pelaksanaan Porprov, di mana berbagai aspek penyelenggaraan akan menjadi bahan evaluasi. “Ini kita berharap sebagai miniatur tentu masih ada kekurangan. Kita akan segera sempurnakan untuk Porprov 2027,” kata Arderio. Ia juga menegaskan bahwa atlet yang mengikuti SRC 2026 belum otomatis masuk tim utama Porprov Jatim 2027, karena hasil pertandingan menjadi salah satu indikator seleksi. “Ini masih salah satu indikator untuk menuju tim utama Porprov 2027,” tambahnya.
SRC 2026 mempertandingkan 33 cabor, meliputi tenis lapangan, basket, cricket, bola voli indoor, floor ball, bowling, hockey indoor, kabaddi, atletik, futsal, menembak, muaythai, anggar, angkat berat, bulutangkis, rugby, kickboxing, bridge, panjat tebing, catur, ski air, pencak silat, pickleball, woodball, selam, skateboard, baseball, e-sport, tinju, judo, dayung, sepatu roda, jiu jitsu, dan taekwondo. Perluasan jumlah cabor ini diharapkan memberikan ruang lebih luas bagi atlet Surabaya untuk berkompetisi dan mempersiapkan diri.
Ketua Pelaksana SRC 2026, Rahmat Haidar Pasha, menyatakan bahwa penyelenggaraan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda Surabaya untuk terlibat dalam kegiatan olahraga dan belajar mengelola sebuah event. “Terima kasih kepada pemerintah kota karena kita sudah diberikan wadah untuk berkembang, dimana acara ini juga diikuti beberapa anak-anak muda dari SMP, SMA, dan perguruan tinggi,” kata Haidar. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan agar semakin banyak atlet muda memiliki kesempatan bertanding.
Haidar Pasha menambahkan bahwa SRC 2026 menjadi pengalaman sekaligus simulasi penyelenggaraan sebelum Porprov Jatim 2027. Panitia berkoordinasi dengan KONI untuk mengevaluasi berbagai aspek demi penyempurnaan. “Kita juga sering koordinasi dengan KONI, apa saja yang harus dilakukan, dan event ini akan menjadi evaluasi untuk tahun depan Porprov nanti,” pungkasnya.