Respons Mendikdasmen soal Smart Board di Sekolah Tanpa Listrik di NTT

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, memberikan respons terkait viralnya informasi mengenai SDN Mboeng di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menerima bantuan smart board atau Interactive Flat Panel (IFP) padahal sekolah tersebut tidak memiliki aliran listrik. Mu’ti menyatakan bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut tidak akurat.

Pernyataan ini disampaikan Mu’ti dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR pada Senin (21/9/2026). Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triana, mulanya menanyakan perihal sekolah yang menjadi viral tersebut.

“Kemarin viral, tentang sebuah sekolah di NTT, SDN Mboeng yang menerima smart board, tapi ternyata sekolahnya nggak ada listriknya. Karena sekolah nggak ada listriknya, dapat smart board nggak bisa terpasang, mungkin kalau terlalu lama dia akan rusak,” ujar Bonnie.

Menanggapi hal tersebut, Mu’ti menjelaskan bahwa kondisi sekolah itu tidak sepenuhnya digambarkan secara akurat dalam unggahan viral. Ia menekankan bahwa ruang kelas lain di sekolah tersebut masih dalam kondisi baik dan berfungsi.

“Tentang sebuah SD negeri di NTT itu sesungguhnya yang beredar di media sosial itu tidak akurat. Karena sebenarnya SDN itu memiliki beberapa ruang kelas, yang lainnya itu masih berfungsi,” jelas Mu’ti.

Mu’ti menambahkan bahwa IFP untuk kelas-kelas lainnya di sekolah tersebut masih berfungsi dengan baik. Ia menegaskan komitmen kementeriannya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui program digitalisasi.

“Jadi yang di video itu yang tidak berfungsi, yang rusak, tapi kelas yang lainnya itu berfungsi. Dan IFP-nya juga berfungsi, Mas. Yang di video yang sedang tidak berfungsi, yang kelas yang lain berfungsi,” tuturnya.

Sebelumnya, diberitakan oleh detikBali, SDN Mboeng yang berlokasi di Desa Kaju Wangi, Kecamatan Elar, Manggarai Timur, NTT, memang menerima bantuan TV layar sentuh (Smart TV) dari Kemendikdasmen. Namun, perangkat tersebut tidak dapat digunakan karena sekolah tersebut belum teraliri listrik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Manggarai Timur, Marsellus Manggas, mengkonfirmasi bahwa perangkat tersebut merupakan bantuan langsung dari Kemendikdasmen. Ia juga menegaskan bahwa SDN Mboeng sebenarnya memiliki lima ruang kelas permanen.

“Papan interaktif digital (Smart TV) bantuan Kementerian Pendidikan, dan dinas tidak bisa ambil,” tegas Marsellus pada Rabu (9/9).

Marsellus juga menjelaskan bahwa empat ruangan sekolah tersebut berada dalam kondisi reyot, berlantai tanah, serta berdinding bambu yang banyak berlubang. Menurutnya, ruangan yang menjadi viral di media sosial adalah ruang kelas darurat, sementara ada lima ruang kelas yang permanen.

Tinggalkan komentar