Rano Karno Respons Usulan CFD Jakarta Akhir Pekan: Menarik tapi Perlu Pertimbangan

JAKARTA – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memberikan tanggapannya terhadap usulan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta yang menginginkan agar kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) tidak hanya digelar pada hari Minggu, tetapi juga diperluas hingga hari Sabtu.

Rano Karno mengakui bahwa usulan tersebut sangat menarik dan memiliki potensi positif, terutama dalam upaya menurunkan tingkat emisi kendaraan di Ibu Kota. “Sebetulnya itu usul-usul yang menarik, loh. Ya, karena pasti itu menurunkan emisi,” ujar Rano di Balai Kota Jakarta pada Rabu (23/9/2026).

Meskipun demikian, Rano menjelaskan bahwa ada beberapa pertimbangan yang perlu dikaji lebih dalam. Pelaksanaan CFD pada hari Minggu dinilai relatif lebih mudah karena aktivitas perkantoran cenderung minim. Berbeda dengan hari Sabtu, di mana masih banyak masyarakat yang beraktivitas untuk bekerja atau keperluan lainnya.

“Cuma kan artinya begini, ada pertimbangan, kalau Minggu itu pasti gampang. Kalau Sabtu kan, maaf, mungkin masih ada operasional, ini ke kantor, kan?” tuturnya.

Namun, Rano tidak menutup kemungkinan pelaksanaan CFD di hari Sabtu. Ia berpendapat bahwa kegiatan tersebut dapat tetap dilaksanakan dalam rentang waktu yang terbatas, serupa dengan durasi CFD yang selama ini berjalan, yaitu mulai pukul 05.30 hingga 09.00 pagi.

“Sebetulnya nggak. Nggak susah. Ini kan sebetulnya cuma, kan nggak lama, kan? Ya sama kan seperti Car Free jam 05.30 sampai jam 09.00 kalau,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan CFD selama beberapa jam saja sudah dinilai efektif memberikan dampak positif terhadap upaya pengurangan emisi. “Tapi itu sebetulnya efektif, gitu loh,” lanjutnya.

Rano Karno juga mengungkapkan bahwa ia pernah mengusulkan konsep Car Free Night sebagai alternatif lain untuk menekan emisi karbon dan gas rumah kaca. “Dulu bahkan kan saya pernah mengusulkan untuk Car Free Night. Sebetulnya untuk menekan emisi rumah kaca, apa, nama karbon juga itu,” terangnya.

Meskipun ide-ide tersebut menarik, Rano menekankan pentingnya mempertimbangkan berbagai faktor sebelum kebijakan baru diterapkan. Ia mencontohkan program satu jam mematikan lampu yang dinilai efektif dalam menurunkan emisi. “Ya, itu ide menarik, ya kayak kemarin kan kita satu jam matiin lampu. Itu salah satu menurunkan emisi. Itu mesti dipertimbangkan. Banyak faktor yang ini,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Taufik Zoelkifli, mengusulkan agar kebijakan CFD dua hari dalam sepekan ini dapat diuji coba terlebih dahulu sebelum diputuskan secara permanen. “Saran saya adalah bagaimana caranya kita uji coba dulu ya dalam 3 bulan atau dalam 2 bulan ya, CFD 2 hari Sabtu Minggu,” kata Taufik.

Taufik menjelaskan bahwa uji coba ini bertujuan untuk mengevaluasi manfaat dan dinamika yang timbul di lapangan. Jika hasil evaluasi menunjukkan CFD pada hari Sabtu dan Minggu memberikan lebih banyak manfaat, maka kebijakan tersebut dapat diterapkan. Namun, jika manfaatnya dinilai kurang signifikan, maka tidak perlu dilanjutkan. “Nah, kemudian dievaluasi, kemudian dilihat plus minusnya, kalau memang lebih banyak manfaatnya, maka silakan kita terapkan CFD 2 hari yaitu Sabtu dan Minggu. Tapi, kalau ternyata kurang tidak terlalu signifikan manfaatnya, maka tentu saja tidak perlu dilanjutkan,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar