TANGERANG – Seorang pria berinisial Aji yang terlihat membawa golok dan mengancam saat terjadi keributan di depan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Mauk Sepatan, Rajeg, Kabupaten Tangerang, telah menyampaikan permohonan maaf. Kejadian yang terekam dalam video viral tersebut memicu reaksi dari berbagai pihak.
Dalam video yang beredar, Aji tampak membawa benda yang diduga senjata tajam dan menyatakan tidak takut mati sambil mendesak agar tempat ibadah tersebut segera ditutup. Peristiwa ini berlanjut pada rapat mediasi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang bersama Polresta Tangerang di kantor Kecamatan Rajeg pada Minggu malam.
Mediasi tersebut dihadiri oleh Bupati Tangerang Maesyal Rasyid, Kapolresta Tangerang Kombes Andi M Indra Waspada, perwakilan masyarakat yang mendatangi GKPI Rajeg, serta pihak terkait lainnya. Dalam suasana mediasi, Aji menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakannya.
“Dengan kekhilafan saya pribadi dengan kejadian tadi siang, saya menyesalinya dengan sebenar-benarnya. Jadi saya meminta maaf kepada pihak terkait jika apabila membuat resah atau membuat takut kepada saudara daripada tadi siang, kejadian tadi siang. Jadi mohon dimaafkan,” ujar Aji dalam sebuah video yang direkam di lokasi mediasi.
Permohonan maaf tersebut juga dikonfirmasi oleh Kasi Humas Polresta Tangerang, Ipda Tri Laksono Febrianto. Ia menyatakan bahwa kesepakatan damai telah tercapai antara pihak yang sebelumnya mendesak penutupan tempat ibadah dan jemaat GKPI.
“Ada (permintaan maaf). Semalam diselesaikan dengan musyawarah,” kata Tri, mengonfirmasi penyelesaian damai atas insiden tersebut.