PDIP Jatim Tebar 2.000 Paket Sembako di Banyuwangi dalam Rangka Soekarno Run BWX 2026

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menggelar aksi bakti sosial dengan membagikan 2.000 paket sembako dan bantuan uang tunai kepada masyarakat kurang mampu di Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara olahraga Soekarno Run BWX 2026.

Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah dan didistribusikan di lima titik lokasi berbeda di Banyuwangi. Penerima manfaat utama adalah warga berpenghasilan rendah, anak yatim, janda, dan lanjut usia (lansia).

Setiap paket bantuan berisi beras, minyak goreng, dan santunan uang tunai senilai Rp 300.000 per penerima. Said Abdullah menjelaskan bahwa aksi sosial ini selaras dengan visi Soekarno Run BWX 2026.

“Ajang Soekarno Run BWX 2026 bukan sekadar lomba lari atau hiburan semata. Di balik semangat olahraga ini, ada misi besar untuk membentuk karakter masyarakat yang tangguh, gigih, dan membudayakan hidup sehat,” ujar Said dalam keterangan tertulis, Sabtu (19/9/2026).

Ia menambahkan bahwa kesehatan jiwa dan raga tidak akan utuh jika masih ada saudara yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Pembagian sembako ini merupakan wujud empati dan komitmen gotong royong politik kebangsaan yang berpihak pada rakyat kecil.

“Lewat pembagian 2.000 paket sembako dan santunan ini, kami ingin memastikan kehadiran energi kebaikan yang langsung menyentuh warga, khususnya para lansia, janda, dan anak-anak yatim kita. Kami merancang event ini dengan konsep holistik: kesehatan fisik masyarakat meningkat, pendidikan karakter generasi muda terbangun lewat nilai perjuangan Bung Karno, dan di saat yang sama, ekonomi warga bergerak,” tegas Said.

Said juga menyoroti peran Soekarno Run BWX 2026 dalam menggerakkan roda perekonomian daerah melalui sektor sport tourism. Ribuan peserta dari berbagai daerah diharapkan membawa dampak positif bagi penginapan, kuliner lokal, dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Banyuwangi.

“Gaya hidup sehat harus berjalan berdampingan dengan pemulihan ekonomi. Ketika para pelari menjelajahi keindahan alam dan warisan budaya Banyuwangi, UMKM lokal harus menikmati manfaat langsung dari perputaran ekonomi tersebut,” kata Said.

“Inilah esensi dari pembangunan yang berkeadilan: fisik sehat, karakter kuat, UMKM berdaya, dan masyarakat kurang mampu terayomi,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar