Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi konsistensi Perkumpulan Bumi Alumni (PBA) Universitas Padjadjaran (Unpad) dalam menyelenggarakan program Nikah Bersama. Tahun ini, program yang telah memasuki penyelenggaraan keenam sejak 2021 tersebut memfasilitasi 14 pasangan calon pengantin dari keluarga kurang mampu di Bandung, Senin (21/9).
Bamsoet, yang juga Ketua Dewan Pembina PBA Unpad, menilai program ini sebagai bentuk kepedulian sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung. Fasilitasi pernikahan tidak hanya membantu pasangan melangsungkan akad sesuai agama, tetapi juga memberikan kepastian hukum melalui pencatatan perkawinan.
Secara kumulatif, PBA telah membantu 50 pasangan melalui program Nikah Bersama hingga tahun ini. “Enam kali penyelenggaraan Nikah Bersama menunjukkan bahwa kegiatan ini sudah berkembang menjadi gerakan sosial yang berkelanjutan,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
Ia menambahkan, membantu 14 pasangan dari keluarga kurang mampu untuk menikah secara sah menurut agama dan negara berarti membuka jalan bagi lahirnya keluarga-keluarga baru yang memiliki kepastian hukum dan sosial. “Ini bentuk gotong royong yang sangat nyata dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Bamsoet menjelaskan, fasilitasi perkawinan bagi keluarga kurang mampu memiliki dimensi sosial dan hukum yang penting. Pernikahan yang tercatat memberikan kepastian administrasi bagi pasangan dan keluarga, yang mencakup berbagai urusan kependudukan serta perlindungan hak-hak hukum terkait keluarga.
Oleh karena itu, kegiatan sosial seperti Nikah Bersama memiliki nilai tinggi ketika dijalankan secara konsisten dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. “Membantu pasangan dari keluarga kurang mampu memasuki kehidupan rumah tangga dengan pernikahan yang sah juga merupakan bentuk kepedulian dan gotong royong yang sangat nyata dari masyarakat. Ada aspek kemanusiaan, sosial, agama, sekaligus kepastian hukum di dalamnya,” tutur Bamsoet.
Ia berharap program Nikah Bersama PBA terus dipertahankan dan cakupannya diperluas agar semakin banyak keluarga yang dapat merasakan manfaatnya.
Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini juga mengapresiasi konsep kegiatan PBA yang menggabungkan kepedulian sosial dengan pemberdayaan ekonomi. Rangkaian kegiatan tahun ini juga menghadirkan Bazar atau Ekshibisi UMKM Alumni yang melibatkan 44 pelaku usaha dari berbagai bidang, seperti fashion, kerajinan tangan, dan kuliner.
Perhatian terhadap UMKM dinilai relevan dengan struktur perekonomian Indonesia. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 2026 menyebut UMKM berkontribusi sekitar 61 persen terhadap PDB, menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja, dan mencakup sekitar 60 persen investasi nasional. Pemerintah juga mencatat lebih dari 64 juta unit usaha UMKM di Indonesia.
“Penyelenggaraan Nikah Bersama yang dirangkaikan dengan bazar UMKM menunjukkan bahwa kepedulian sosial dan pemberdayaan ekonomi dapat berjalan beriringan. Keluarga yang dibantu untuk memulai kehidupan baru bertemu dengan para pelaku usaha yang sedang berjuang membangun kehidupan ekonominya. Inilah makna jejaring alumni yang sesungguhnya, yaitu menjadi kekuatan sosial sekaligus kekuatan ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” pungkas Bamsoet.