JAKARTA – Universitas Borobudur melakukan serah terima Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) terkait pengelolaan sampah kepada mitra KISUCI di Kabupaten Bogor. Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar sekaligus Ketua MPR RI ke-15, Bambang Soesatyo atau Bamsoet, mengapresiasi langkah ini. Ia menilai pengelolaan sampah di tingkat desa memerlukan pengetahuan khusus agar dapat memberikan manfaat ekonomi.
Program ini merupakan bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (16/9/2026) di Desa Cipambuan, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.
Bamsoet menekankan pentingnya penanganan masalah sampah dimulai dari tingkat paling dekat dengan masyarakat. “Desa memiliki posisi penting karena sebagian besar aktivitas sehari-hari masyarakat berlangsung di lingkungan desa. Karena itu, kebiasaan memilah dan mengelola sampah harus dibangun dari rumah, lingkungan tempat tinggal, hingga kelembagaan desa,” ujar Bamsoet dalam keterangannya pada Jumat (18/9/2026).
Kegiatan PKM tersebut mencakup penyusunan Rancangan Peraturan Desa tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa Cipambuan. Rancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi kelompok pengelola sampah dalam mengatur berbagai tahapan, mulai dari pengurangan, pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pemanfaatan sampah.
Ketua Tim PKM Universitas Borobudur, KMS Herman, menjelaskan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya dengan memberikan teknologi. Diperlukan juga penguatan kelembagaan serta penyesuaian perilaku masyarakat.
Rancangan aturan tersebut mengatur kewajiban pemilahan sampah dari sumbernya, pengolahan sampah organik dan anorganik, penguatan Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS 3R), serta mekanisme pembiayaan dan partisipasi masyarakat. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi akan dikumpulkan dan dikelola secara terpadu.
“Melalui kegiatan PKM ini, Universitas Borobudur tidak hanya menyerahkan hasil penerapan IPTEK, tetapi juga mendorong terbentuknya tata kelola pengelolaan sampah yang partisipatif dan memiliki kepastian hukum. Masyarakat diharapkan mampu mengubah sampah dari semula dianggap sebagai beban lingkungan menjadi sumber daya yang bernilai sosial dan ekonomi,” jelas Herman.
Perwakilan KISUCI, Hayu S. Prabowo, turut mengapresiasi penyerahan hasil IPTEK tersebut. Ia menyatakan bahwa kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi sangat penting untuk pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
“Kami mengapresiasi kontribusi Universitas Borobudur melalui kegiatan PKM ini. Program tersebut memberikan manfaat nyata, baik dalam bentuk pengetahuan, teknologi, penguatan kelembagaan, maupun penyusunan regulasi yang dapat menjadi pedoman bersama dalam mengelola sampah di Desa Cipambuan,” kata Hayu.