JAKARTA – Kalimantan Timur resmi dinobatkan sebagai Juara Umum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026. Penyerahan gelar juara umum dilakukan pada saat penutupan MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah, yang juga menandai estafet penyelenggaraan berikutnya ke Jakarta pada tahun 2027.
Kafilah Kalimantan Timur berhasil mengumpulkan 288 poin, mengungguli kontingen Jawa Tengah yang berada di posisi kedua dengan 208 poin, dan DKI Jakarta yang meraih 129 poin. Piala bergilir MTQ Nasional kembali ke Kalimantan Timur setelah melalui rangkaian kompetisi yang ketat.
Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya menegaskan bahwa berakhirnya MTQ bukan menjadi akhir dari upaya untuk membumikan Al-Qur’an. Ia menekankan pentingnya nilai-nilai Al-Qur’an untuk terus hadir dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Malam ini musabaqah berakhir. Para juara telah ditetapkan dan mereka akan kembali ke daerah masing-masing. Namun, tugas kita untuk membumikan Al-Qur’an justru dimulai setelah kemeriahan ini,” ujar Nasaruddin.
Lebih lanjut, Nasaruddin memaparkan empat arah pengembangan MTQ ke depan. Pertama, MTQ perlu bertransformasi dari sekadar ajang perlombaan menjadi sebuah ekosistem pembelajaran dan peradaban Al-Qur’an yang berkelanjutan. Ini mencakup pembinaan yang terencana bagi qari-qariah, hafiz-hafizah, mufasir, penulis, dan kaligrafer.
Kedua, MTQ harus semakin inklusif dengan mengembangkan cabang perlombaan bagi penyandang disabilitas. Perluasan akses terhadap tenaga pengajar, metode pembelajaran, dan fasilitas keagamaan yang ramah disabilitas menjadi prioritas.
Ketiga, generasi Qurani diharapkan mampu menguasai perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), tanpa mengorbankan integritas dan kompas moral. Teknologi dapat dimanfaatkan secara positif untuk pendidikan dan dakwah, namun tetap perlu waspada terhadap potensi disinformasi dan ujaran kebencian di ruang digital.
Keempat, penyelenggaraan MTQ harus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan ini terbukti mampu menggerakkan berbagai sektor seperti perhotelan, transportasi, kuliner, UMKM, dan industri kreatif. Diperkirakan, perputaran ekonomi selama MTQ Nasional XXXI mencapai Rp1,2 triliun, menunjukkan sinergi antara syiar Al-Qur’an dan pemberdayaan ekonomi rakyat.
Nasaruddin menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan MTQ Nasional XXXI. Ia berpesan kepada seluruh kafilah untuk membawa pulang semangat Al-Qur’an dan menyampaikannya kepada masyarakat luas.
Acara yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu (19/9) ini dihadiri pula oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Ketua Umum LPTQ Nasional Abu Rokhmad, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Kakanwil Kemenag Jawa Tengah Saiful Mujab, para kepala daerah, pejabat Kementerian Agama, alim ulama, Dewan Hakim, serta kafilah dari seluruh Indonesia.