JAKARTA – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono telah melakukan serangkaian kunjungan ke Aceh dan Banten dalam sepekan terakhir. Agenda utamanya adalah mengukuhkan kepengurusan partai di tingkat wilayah dan cabang, sekaligus memastikan kesiapan struktur organisasi dalam menghadapi Pemilu 2029.
Pada 19 September 2026, Mardiono melantik kepengurusan DPW PPP Aceh dan seluruh DPC PPP se-Aceh di Banda Aceh. Konsolidasi kemudian dilanjutkan ke Banten, di mana pada 21 September 2026, ia mengukuhkan kepengurusan DPW PPP Banten dan DPC PPP se-Banten di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
Mardiono menekankan bahwa pengukuhan kepengurusan ini lebih dari sekadar seremonial pergantian atau pengesahan. Momen ini merupakan bagian dari percepatan konsolidasi organisasi dan penanda dimulainya persiapan besar menuju Pemilu 2029. Ia berpesan agar pengurus yang baru dilantik segera bekerja menjalankan agenda partai.
“Selamat bekerja dan menjalankan tugas-tugas agenda kepartaian dan bekerja untuk kemaslahatan rakyat,” ujar Mardiono, Rabu (23/9/2026).
Ia menambahkan, berbagai persiapan krusial harus mulai dilakukan sejak dini, termasuk kesiapan verifikasi peserta Pemilu serta pendataan dan penjaringan calon legislatif untuk kontestasi 2029.
Di Aceh, Mardiono menyampaikan pesan serupa kepada pengurus baru agar segera memperkuat konsolidasi organisasi dan mematangkan agenda kepemiluan. Ia menegaskan bahwa konsolidasi partai tidak hanya bertujuan untuk memenangkan kontestasi politik, tetapi juga harus selaras dengan pengabdian kepada masyarakat. Kader diingatkan untuk menjadikan iman dan takwa sebagai landasan utama dalam menjalankan amanah organisasi.
“Setiap amanah harus dijalankan sebaik-baiknya dan tetap memohon ridho Allah SWT. Jangan meninggalkan keimanan dan ketakwaan dalam menjalankan tugas,” tegasnya.
Mardiono juga berpesan kepada kader PPP yang duduk di lembaga legislatif agar tetap menjaga kedekatan dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa mandat politik yang diterima dari rakyat harus dijalankan dengan hadir memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi warga.
“Terutama bagi kader yang ada di fraksi, mendapat mandat dan amanah dari rakyat, agar senantiasa hadir di tengah rakyat dan memberikan solusi,” lanjutnya.
Salah satu pekerjaan besar PPP ke depan adalah memperkuat organisasi hingga ke tingkat paling bawah. Setelah konsolidasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota berjalan, tahap selanjutnya adalah memastikan struktur partai hadir hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Targetnya, proses ini rampung pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027.
Langkah ini penting karena kekuatan partai tidak cukup dibangun dari struktur formal semata. Kader harus aktif di tengah masyarakat, membangun komunikasi dan kebersamaan, serta memahami persoalan yang dihadapi warga.
“Peran serta kader adalah memupuk masyarakat untuk hidup bersama-sama, bersatu, dan mendukung program pemerintah yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.
Bagi PPP, persiapan menuju Pemilu 2029 tidak bisa ditunda hingga mendekati tahun pelaksanaan. Pembangunan struktur organisasi, kaderisasi, pendataan, penjaringan calon, hingga penguatan kedekatan dengan masyarakat harus dilakukan jauh sebelumnya. Oleh karena itu, Mardiono terus mendorong jajaran partai untuk melampaui seremoni pengukuhan dengan turun langsung ke daerah, bekerja di tengah masyarakat, dan memastikan seluruh struktur partai bergerak harmonis.