DPR Minta Kemenhub Tak Sekadar “Nge-list” dalam Ramp Check Kapal

Ketua Komisi V DPR, Lasarus, mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk tidak hanya sekadar mengisi daftar dalam melakukan pemeriksaan kapal. Ia menekankan pentingnya keseriusan dalam mengutamakan keselamatan dan keamanan transportasi.

Dalam rapat di Komisi V DPR, Jakarta, Rabu (23/9/2026), Lasarus menyampaikan harapannya agar anggaran yang tersedia difokuskan pada sektor keselamatan dan keamanan transportasi. “Kami berharap ini difokuskan utamanya pada sektor keselamatan dan keamanan, keamanan dan keselamatan transportasi,” ujarnya.

Ia meminta setiap eselon untuk melakukan ramp check sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang telah ada. “Lakukan ramp check sebagaimana mestinya karena SOP sudah ada, Pak, di masing-masing kementerian,” tegasnya. Ia secara khusus berharap kepada Plt Dirjen yang baru di sektor laut untuk memastikan ramp check dilakukan secara faktual, bukan sekadar mengisi daftar.

Lasarus juga menyoroti potensi masalah yang timbul akibat kedekatan dalam urusan transportasi. Ia mengakui bahwa pemilik kapal seringkali adalah orang lama di industri ini, yang terkadang dapat menimbulkan rasa enggan untuk menolak atau menganggap remeh sebuah masalah. “Lah masa bapak gak percaya sama kami, kami sudah bergerak di bidang ini sekian puluh tahun’, bahasa ini tidak cukup Pak, ya, untuk keselamatan harus kita pastikan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kapal yang tidak layak berlayar seharusnya tidak diizinkan untuk berangkat. “Saya bilang tadi kalau memang tak layak berlayar jangan pernah diizinkan berangkat, itu tanggung jawab di bapak-bapak sekalian,” katanya.

Lebih lanjut, Lasarus mempersilakan penegak hukum untuk turun tangan jika terjadi pelanggaran. Ia mengingatkan bahwa muatan di kapal biasanya jauh lebih banyak dibandingkan moda transportasi lain, sehingga pengawasan harus lebih ketat. “Supaya budaya ini kita ubah Pak. Ini kiranya dilakukan upaya-upaya yang lebih tegas lagi pak, supaya bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya, apa lagi kapal, kapal ini muatan lebih banyak dari pesawat dan ku rasa kita sudah cukup pengalaman kita panjang selama ini,” ucapnya.

Lasarus juga meminta Dirjen Hubla untuk serius berbenah, mengingat adanya tiga kecelakaan besar di transportasi laut yang terjadi dalam waktu berdekatan. “Kami pesan sekali lagi Pak, dalam waktu yang sangat singkat tiga kejadian beruntun yang cukup besar dan hal ini yang paling-paling tidak bisa kita pungkiri adalah ada perbedaan antara manifes dan fakta penumpang yang ada di kapal dan selalu terjadi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ketidaksesuaian antara manifes dan penumpang yang sebenarnya naik kapal menjadi masalah mendasar. “Hal sederhana menurut saya kalau penumpang yang naik saja kita tidak tahu bagaimana kita tahu ini kapal beres atau tidak,” tutupnya.

Tinggalkan komentar