KRL Jalur Priok Dialihkan ke Bogor, Penumpang Harap KRL INKA Segera Beroperasi

KAI Commuter mengalihkan penggunaan rangkaian KRL dari lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok ke jalur Jakarta-Bogor untuk mengatasi kekurangan armada. Langkah ini diambil guna mengurangi kepadatan penumpang yang terjadi akibat pengurangan 17 perjalanan KRL Jakarta-Bogor pada awal September.

Salah seorang penumpang, Ridwan, menyatakan bahwa penambahan rangkaian KRL tersebut belum sepenuhnya mengurangi kepadatan. Ia berharap KRL INKA, yang memiliki kapasitas lebih besar, dapat segera kembali beroperasi. Menurutnya, KRL model lama asal Jepang yang saat ini banyak digunakan memiliki ruang yang lebih sempit dibandingkan KRL INKA atau model dari China.

“Kalau pagi biasanya jam 7 ya, itu masih agak penuh sih. Soalnya kan yang dirawat ini kan kemarin yang sempat anjlok itu ya, yang INKA. Nah itu masih ya belum keluar, itu masih belum apa namanya, bisa mengangkut lebih banyak lagi,” ujar Ridwan di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).

Ridwan menambahkan, “Kalau yang sekarang kan dia mengandalkan kereta yang model eks Jepang ini masih kurang, karena space-nya tuh agak sempit dibanding sama INKA, sama yang model China itu, nah itu lebih lebih space-nya lebih lega.” Ia berharap KRL model baru dengan kapasitas lebih besar dapat diperbanyak untuk mengurangi kepadatan di jam sibuk.

Sementara itu, penumpang lain bernama Dita mengaku merasakan perbedaan signifikan setelah rangkaian KRL dari rute Priok membantu jalur Jakarta-Bogor pada 10 September. “Ada kalau perbedaan. Sekarang tuh kalau pagi tuh nggak terlalu padat,” ujar Dita di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).

Dita, yang rutin menggunakan KRL dari Citayam, menjelaskan bahwa saat ini waktu tunggu antarkereta berkisar antara 2 hingga 3 menit. Kondisi ini berbeda saat terjadi pengurangan perjalanan pada 7-9 September, di mana waktu tunggu bisa mencapai lebih dari 5 menit. “Terus kalau pulang per rangkaiannya tuh udah per sekian menit sekali tuh udah pasti ada kereta. Nggak kayak sebelumnya, kalau sebelumnya tuh lebih 5 menit itu baru ada kereta lagi. Sekarang 3 menit sekali, 2 menit sekali udah pasti ada kereta lagi,” tuturnya.

Tinggalkan komentar