JAKARTA – Penertiban pedagang di Jalan Raya Bogor, kawasan Kramat Jati, Jakarta Timur, mulai menunjukkan efeknya. Lapak pedagang ikan tidak lagi memakan badan jalan, dan para pedagang kaki lima (PKL) kini lebih tertib berjualan di trotoar.
Pantauan pada Jumat malam (21/8/2026) pukul 22.10 WIB, aktivitas pedagang ikan yang biasanya ramai sejak sore hingga malam, kini terlihat lebih teratur. Meskipun demikian, limpasan air dari pedagang ikan masih ditemukan di tepi jalan, meskipun beberapa pedagang telah berupaya menampungnya.
Imbas dari penertiban ini, lalu lintas di area Pasar Kramat Jati terasa lebih lancar. Kendaraan sesekali masih tersendat, namun kondisi ini jauh lebih baik dibandingkan sebelum penertiban yang kerap menyebabkan kemacetan parah.
Di dekat Pasar Kramat Jati, terdapat lokasi binaan (lokbin) yang juga dihuni pedagang. Di area ini, petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terlihat berjaga. Seorang anggota Satpol PP mengungkapkan bahwa mereka sedang melakukan pemetaan lokasi untuk relokasi para pedagang ikan.
“Masih pemetaan lokasi pedagang ikan. Dan masih proses sosialisasi. Ya semoga ada solusi,” ujar anggota Satpol PP tersebut. Rencananya, para pedagang yang sebelumnya berjualan di tepi Jalan Raya Bogor area Kramat Jati akan dimasukkan ke dalam Pasar Kramat Jati dan lokbin.
Pedagang Tepi Jl Kramat Jati Akan Ditata
Pemerintah Kota Jakarta Timur berencana menata pedagang di pinggir jalan Pasar Kramat Jati melalui langkah jangka pendek dan panjang. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menjelaskan bahwa tahap pertama adalah melarang pedagang menggunakan badan jalan.
“Untuk penanganan darurat mulai kemarin malam sudah dikerahkan Satpol PP, Dishub, PPSU dan aparat kecamatan dan kelurahan untuk mendorong jualannya agar jangan memakai badan jalan,” kata Munjirin saat dikonfirmasi pada Rabu (19/8).
Munjirin juga menekankan kewajiban bagi pedagang ikan untuk menampung air siraman agar tidak membasahi permukaan jalan, yang diduga menjadi penyebab jalan menjadi licin. “Dan khusus untuk pedagang ikan untuk jangan menyiram ikan dengan air yang dibiarkan mengalir ke jalanan, tetapi air siraman wajib untuk ditampung dengan ember atau plastik,” tegasnya.
Untuk rencana jangka panjang, Pemkot Jakarta Timur akan mengadakan rapat dengan PD Pasar Jaya pada Jumat (21/8) lusa. Rapat tersebut akan membahas upaya memasukkan pedagang dari pinggir Jalan Raya Bogor ke area Pasar Kramat Jati dengan menata kembali pedagang yang sudah ada agar dapat menampung para pedagang baru.