Jakarta – PT Hutama Karya (Persero) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Perusahaan BUMN ini menyalurkan berbagai bentuk bantuan tanggap darurat, mulai dari kebutuhan pokok, perlengkapan sanitasi, obat-obatan, hingga dukungan pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Penyaluran bantuan tanggap darurat ini telah dilaksanakan melalui Posko Satgas Bencana NTT Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, hingga Kamis (20/8).
Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan wujud kepedulian perseroan terhadap korban bencana sekaligus komitmen untuk berkontribusi dalam penanganan bencana bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
“Hutama Karya berkomitmen untuk turut mendukung penanganan tanggap darurat bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Selain membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat melalui penyaluran bantuan, kami juga telah mulai mendukung proses pemulihan pascabencana melalui pengerahan alat berat di wilayah terdampak. Untuk wilayah lainnya, kami terus melakukan pemetaan kebutuhan di lapangan agar dukungan yang diberikan dapat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Hamdani dalam keterangan resminya, Jumat (21/8/2026).
Aksi tanggap darurat yang dilakukan Hutama Karya ini bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana yang tersebar di tujuh kabupaten dan satu kota di Pulau Flores.
Berdasarkan data terbaru BNPB per Rabu (19/8) pukul 16.00 WIB, tercatat sebanyak 59.647 jiwa mengungsi. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, mencapai 20.333 jiwa. Bencana gempa bumi ini juga merenggut 71 korban jiwa. Situasi ini menegaskan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat.
Pelaksanaan dukungan tanggap darurat oleh Hutama Karya mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT. Fokus utama bantuan adalah pemenuhan kebutuhan pokok, makanan, dan obat-obatan bagi masyarakat di lokasi pengungsian.
Melalui Tim Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Hutama Karya telah menyerahkan bantuan tahap pertama pada Rabu (19/8) kepada Tim Satgas Bencana NTT BNPB Pusat di Posko Satgas Bencana Alam NTT – Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Penyerahan dilakukan oleh Harya Digdaya, Analyst TJSL Hutama Karya, kepada Ery selaku perwakilan Tim Satgas Bencana NTT BNPB Pusat. PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), anak perusahaan Hutama Karya, juga turut memberikan dukungan serupa.
Bantuan yang disalurkan mencakup berbagai kebutuhan dasar, seperti bahan pangan, makanan siap konsumsi, air mineral, perlengkapan sanitasi, kebutuhan bayi dan dewasa, serta obat-obatan dan perlengkapan kesehatan. Pada Kamis (20/8), bantuan tahap kedua berupa terpal dan selimut juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Seluruh bantuan logistik yang dihimpun oleh Hutama Karya telah diserahkan melalui Posko Satgas Bencana NTT-Halim Perdanakusuma. Selanjutnya, bantuan tersebut didistribusikan menggunakan pesawat Hercules dari Jakarta dan disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT ke lokasi-lokasi pengungsian yang membutuhkan.
Selain bantuan logistik, Hutama Karya juga telah mengerahkan satu unit alat berat untuk mendukung proses pemulihan pascabencana di Desa Pota, Kabupaten Manggarai Timur. Untuk wilayah Ende-Maumere dan Kabupaten Sikka yang juga terdampak, perusahaan masih dalam tahap pemetaan lokasi dan kebutuhan di lapangan guna menentukan jenis dan kebutuhan alat berat yang akan dikerahkan.
Hutama Karya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan seluruh dukungan tersalurkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran. Perusahaan juga terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak untuk menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan.
Melalui pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta kolaborasi dengan berbagai pihak, Hutama Karya berkomitmen untuk terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam kondisi tanggap darurat bencana. Perusahaan mendukung upaya penanganan bencana sekaligus pemulihan kondisi masyarakat dan infrastruktur terdampak secara bertahap dan berkelanjutan.