KRI dr Soeharso 990 Tiba di NTT, Siap Tampung 75 Pasien Korban Gempa

JAKARTA – Kapal Rumah Sakit (RS) terapung milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, KRI dr Soeharso 990, telah tiba dan bersandar di Pelabuhan Reo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal ini dikirimkan untuk memberikan dukungan kesehatan bagi korban gempa di wilayah tersebut.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa KRI dr Soeharso 990 siap menjalankan operasi besar bagi para korban. “Kapal bantuan rumah sakit tersebut milik TNI Angkatan Laut mampu melaksanakan operasi besar terhadap pasien dan juga memiliki ruang rawat inap yang dapat menampung hingga 75 pasien,” ujar Berton dalam konferensi pers daring pada Jumat (21/8/2026).

Kapal rumah sakit ini akan menjadi fasilitas rujukan bagi pasien dari pos pengungsian Lamba Leda, NTT, untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Selain itu, pemerintah juga terus mengaktifkan pos-pos kesehatan di berbagai titik pengungsian. Salah satunya di pos pengungsian terpusat Desa Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, yang melayani sekitar 90 hingga 120 pasien setiap harinya.

Sementara itu, jumlah korban jiwa akibat gempa di NTT terus bertambah. Hingga Jumat (21/8/2026) pukul 16.00 WIB, tercatat 83 korban meninggal dunia, meningkat delapan jiwa dari data sebelumnya. “Pada hari ini pada pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026, jumlah yang meninggal menjadi 83 jiwa semula kemarin kami sampaikan 75 jiwa, bertambah 8 jiwa,” jelas Berton.

Berton merinci penambahan korban jiwa terjadi di beberapa kabupaten. Kabupaten Manggarai mencatat penambahan dua korban jiwa, Kabupaten Manggarai Timur dua korban jiwa, Kabupaten Nagekeo tiga korban jiwa, dan Kabupaten Ngada satu korban jiwa. Korban jiwa tambahan ini merupakan dampak tidak langsung dari gempa bumi tersebut.

Selain jumlah korban jiwa, korban luka-luka juga mengalami peningkatan. Total korban luka kini mencapai 986 jiwa, bertambah 79 jiwa dari jumlah sebelumnya yang tercatat sebanyak 907 jiwa.

Leave a Comment