Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA berjalan lancar dan bebas dari kecurangan. Upaya ini mencakup pengawasan ketat melalui sistem terpusat dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa pemantauan pelaksanaan TKA dilakukan secara nasional. “Kami tegaskan karena ada monitoring di tingkat nasional sehingga semua yang terjadi selama pelaksanaan TKA ini dimonitor dalam sistem yang kami siapkan di Jakarta,” ujarnya kepada wartawan usai meninjau TKA di SMAN 3 Kota Tangsel, Tangerang Selatan, Banten, pada Senin (26/10/2026).
Libatkan 17 PTN Awasi TKA
Untuk memperkuat pengawasan, Kemendikdasmen tidak hanya berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terkait aktivitas di media sosial, tetapi juga menggandeng 17 perguruan tinggi negeri (PTN) sebagai mitra pengawas.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen, Toni Toharudin, menjelaskan bahwa pengawasan TKA dilakukan secara daring (online) dengan memanfaatkan teknologi konferensi video. “Kami bekerja sama juga dengan 17 perguruan tinggi negeri untuk mengawasi TKA ini,” tambahnya.
Melalui integrasi teknologi konferensi video, pengawas dapat mendeteksi gerak-gerik mencurigakan dari peserta ujian. “Mengawasi secara online, dengan Zoom. Kita juga secara formal berkerja sama dengan Zoom untuk melihat bagaimana situasi di setiap ruangan kelas,” ungkap Toni.
TKA Nilai Kejujuran Siswa
Abdul Mu’ti kembali mengingatkan bahwa TKA bukanlah penentu kelulusan dan bersifat tidak wajib. Ia mengimbau para siswa untuk tetap menjaga integritas dan tidak melakukan kecurangan.
Lebih lanjut, Mu’ti menekankan bahwa TKA juga berfungsi sebagai alat ukur karakter siswa, bukan semata-mata kemampuan akademik. Nilai kejujuran menjadi salah satu aspek penting yang ingin ditanamkan. “Karena itu sebenarnya tes kemampuan akademik ini bukan hanya mengetes murid-murid, tapi mengetes karakter siswa. Mengetes karakter untuk murid kita. Karena inilah pentingnya kami menanamkan kejujuran dan tes itu adalah tes akademik juga tes karakter. Terutama karakter untuk jujur, percaya diri, kemudian dapat melakukan sesuatu dengan sebaik-baiknya. Ini yang menjadi sasaran atau menjadi arah dari TKA itu,” tutur Mu’ti.
Toni Toharudin menegaskan bahwa jika ditemukan adanya kecurangan dalam pelaksanaan TKA, baik siswa maupun pengawas akan dikenakan sanksi tegas. “Masih sama. Sanksi ini kita terapkan dengan sebaik-baiknya,” tegasnya.
Komentar