Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Pembangunan Kawasan Perdesaan

JAKARTA – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto bersama Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Kemendes PDT, Jakarta. Penandatanganan yang berlangsung pada Kamis (17/9) ini menandai penguatan kerja sama bilateral kedua negara dalam upaya mengakselerasi pembangunan kawasan perdesaan.

Yandri Susanto menyatakan harapannya agar MoU ini tidak hanya menjadi dokumen tanpa nilai, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata. “Kami ingin implementasi itu bisa dieksekusi, karena sejatinya kita diberi mandat oleh rakyat, ingin memberikan yang terbaik buat kesejahteraan rakyat,” ujar Yandri dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

Sebagai langkah awal, kedua negara akan membentuk Tim Kerja yang bertugas mematangkan implementasi kerja sama di sektor perdesaan. Tim ini akan menyusun berbagai program konkret, termasuk mengadopsi model pengembangan yang sudah ada di Kemendes PDT, seperti program desa ekspor dan desa wisata.

Menteri Yandri mencontohkan keberhasilan program desa ekspor. “Kami punya desa ekspor. Saya sebagai Menteri Desa sudah melepas ekspor perdana dari Jawa Timur di Kabupaten Pacitan, gula aren organik ke Malaysia,” tuturnya. Ia meyakini kerja sama ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi produk-produk desa di Indonesia untuk dipasarkan ke Malaysia.

Selain desa ekspor, kerja sama dengan Malaysia juga akan diarahkan pada pengembangan desa wisata. Hal ini akan dilakukan melalui promosi bersama dan peningkatan kunjungan wisatawan kedua negara ke desa-desa potensial. “Pengembangan kerja sama dilakukan melalui pertukaran pengalaman dan data antara Indonesia dan Malaysia dalam pembangunan perdesaan,” ungkap Yandri.

Saat ini, pembangunan desa di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Dari total 75.266 desa, masih terdapat sejumlah desa yang masuk kategori tertinggal dan sangat tertinggal.

Wakil PM Malaysia Ahmad Zahid Hamidi turut berharap kerja sama ini mampu melahirkan berbagai program akselerasi pembangunan perdesaan. Ia menargetkan sinergi ini memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kemajuan desa sekaligus kesejahteraan masyarakat di kedua negara. “Kita berharap kerja sama ini bisa kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Bidang kerja sama yang disepakati mencakup peningkatan kapasitas pengelolaan desa, digitalisasi untuk kemajuan perdesaan, pengembangan kewirausahaan perdesaan dan usaha desa, ekowisata dan agrowisata, pendidikan dan pelatihan vokasi dan teknis untuk pemuda desa, serta program pengentasan kemiskinan.

Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Muzafar Shah Mustafa bersama jajaran pejabat Kementerian Kemajuan Desa dan Kementerian Luar Negeri Malaysia. Dari pihak Indonesia, Mendes Yandri didampingi oleh Wakil Menteri Desa PDT Ahmad Riza Patria, Sekretaris Jenderal Kemendes Taufik Madjid, serta para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama Kemendes PDT.

Tinggalkan komentar