Hujan deras mengguyur kawasan Cibinong dan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat sore. Fenomena ini terjadi setelah daerah tersebut dilanda kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan dan krisis air bersih.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam, mengonfirmasi adanya hujan di Cibinong. “Betul (kawasan Cibinong) sedang hujan sekarang, Alhamdulillah. (Intensitas) Cukup deras, lumayan. Tadi awal deras, tapi sekarang sudah mulai berkurang intensitasnya, masih hujannya, tapi nggak deras kayak awal tadi,” ujarnya.
Adam menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor telah mengalami kekurangan air bersih akibat kemarau yang berlangsung selama kurang lebih tiga bulan terakhir. Akibatnya, distribusi air bersih harus dilakukan setiap hari ke titik-titik yang terdampak kekeringan.
“Ya sebenarnya sudah lama memang nggak hujan deras gini, pernah hujan sebulan lalu, tapi ringan dan sebentar waktunya,” kata Adam, merujuk pada minimnya curah hujan sebelumnya.
Di kawasan Sukaraja, hujan dengan intensitas sedang juga dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Seorang warga, Ahmad Nauval, mengungkapkan rasa syukurnya. “Saya di Jalan Raya Bogor, daerah Sukaraja, lagi hujan juga ini. Alhamdulillah deras juga, lumayan. Sudah lama ini nggak hujan deres kayak gini. Kalau nggak salah sudah sebulan nggak ketemu hujan, itu juga sekali, cuma sebentar. Sebelumnya juga nggak hujan-hujan,” tuturnya.
Hujan sore ini turun setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama tokoh agama dan warga menggelar salat Istisqa atau salat memohon hujan. Ibadah tersebut dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Bogor pada Jumat pagi, sekitar pukul 09.00 WIB, sebagai respons terhadap kemarau panjang yang melanda dan menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyatakan tujuan pelaksanaan salat Istisqa. “Kita melaksanakan salat Istisqa, memohon hujan. Di mana kemarau dengan intensitas yang cukup panjang, bukan hanya terjadi di Kabupaten Bogor, terjadi di beberapa kabupaten/kota di Indonesia. Sumur-sumur mulai kering, lahan-lahan pertanian, saluran irigasi juga mulai mengering,” jelasnya kepada wartawan, Jumat (18/9).
Rudy menambahkan harapan agar hujan dapat memulihkan kondisi. “Agar petani kita bisa menanam lagi, agar masyarakat kita air-air di rumahnya dapat terisi kembali, dan tentunya keberfaatannya untuk seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Rudy memaparkan bahwa kekeringan hingga kekurangan air bersih telah melanda 32 kecamatan dari total 40 kecamatan di Kabupaten Bogor. Untuk mengatasi hal tersebut, distribusi air bersih terus dilakukan setiap hari guna memenuhi kebutuhan dasar warga.
“Bantuan air bersih tidak henti-hentinya setiap hari. Kita mendistribusikan hampir di 32 kecamatan dari 40 kecamatan yang ada. Dan kami pastikan kebutuhan pasokan air bersih untuk masyarakat di wilayah yang kekeringan, kami berupaya optimal untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut,” tegas Rudy.