Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyatakan akan terus mempelajari semua hasil survei elektabilitas partai politik yang dirilis oleh berbagai lembaga survei. Pernyataan ini disampaikan sebagai respons terhadap survei terbaru dari Poltracking yang menempatkan elektabilitas PKS sebesar 3,3 persen.
Sekretaris Jenderal PKS, M Kholid, menjelaskan bahwa partainya selalu menjadikan setiap survei sebagai bahan evaluasi dan masukan. “PKS selalu mempelajari setiap survei yang dikeluarkan lembaga survei sebagai feedback bagi kami,” ujar Kholid saat dihubungi pada Jumat (25/9/2026).
Kholid menambahkan bahwa PKS telah mencatat setidaknya delapan survei berbeda yang merilis angka elektabilitas partai. Angka-angka tersebut bervariasi, mulai dari 3,3 persen, 4 persen, 5 persen, 6 persen, hingga mencapai 9 persen. “Sangat dinamis, semua kami pelajari dan jadi masukan. Kami hormati semua hasil survei,” imbuhnya.
Selain merujuk pada survei eksternal, PKS juga memiliki data survei internal yang digunakan sebagai pedoman di kalangan internal partai. “Dan kami juga punya survei internal yang kami juga jadi rujukan dan hanya untuk kami konsumsi di internal partai. Prinsipnya kita terus bekerja dan berjuang buat masyarakat, kita dengarkan aspirasi mereka kita perjuangkan aspirasi mereka,” tegas Kholid.
Survei Poltracking yang dirujuk PKS dilakukan secara nasional pada periode 14 hingga 20 Agustus 2026. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,9 persen.
Berdasarkan survei tersebut, elektabilitas partai politik teratas adalah Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dengan 23,2 persen, diikuti oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebesar 11,6 persen, dan Partai Golongan Karya (Golkar) 10,4 persen.