Jakarta – Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade mendesak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memastikan pengadaan kereta, termasuk yang diimpor, dilakukan secara terukur sesuai aturan dan kebutuhan. Selain itu, Andre mendorong percepatan aktivasi sejumlah jalur kereta api di Sumatera Barat.
Dalam rapat dengar pendapat dengan jajaran direksi PT KAI pada Rabu (23/9/2026), Andre menyampaikan bahwa impor kereta masih menjadi opsi di tengah keterbatasan kapasitas produksi PT Industri Kereta Api (INKA). Ia menekankan bahwa pengembangan industri perkeretaapian nasional harus tetap memprioritaskan INKA, namun kebutuhan operasional yang belum terpenuhi dari produksi dalam negeri perlu segera dicarikan solusinya.
“Kalau memang kita membutuhkan impor, tentu kita membutuhkan INKA untuk bisa terus dikembangkan. Tapi kita tetap butuh impor,” ujar Andre.
Andre menegaskan bahwa pengadaan melalui impor harus didasarkan pada kebutuhan yang jelas dan tidak mengesampingkan kepentingan pengembangan industri dalam negeri. Oleh karena itu, pembahasan rencana impor harus dilakukan secara mendetail bersama pihak-pihak terkait.
“Kami tidak ada masalah kalau impor itu dilaksanakan. Tapi tentu harus sesuai kebutuhan dan tetap mengembangkan kepentingan industri dan pemerintah,” jelas Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR tersebut.
Andre juga meminta agar proses pengadaan ini melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Menurutnya, koordinasi sejak awal sangat diperlukan agar keputusan pengadaan dapat berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
“Sekali lagi, itu harus diselesaikan di antara pihak terkait, termasuk melibatkan BPKP,” tegasnya.
Selain persoalan pengadaan kereta, Andre juga menyoroti rencana aktivasi kembali jalur kereta api di Sumatera Barat. Ia meminta pemerintah memberikan kepastian waktu pelaksanaan program tersebut, mengingat masyarakat di daerah tersebut sangat menantikan realisasinya.
Andre menyebut rencana aktivasi kembali jalur kereta api di Sumatera Barat sejalan dengan agenda pemerintah untuk mengembangkan konektivitas perkeretaapian di Pulau Sumatera.
“Di daerah pemilihan saya, Sumatera Barat juga akan diaktifkan. Masyarakat selalu bertanya-tanya kapan aktivasi ini bisa dieksekusi,” ungkap Sekretaris Fraksi Parta Gerindra MPR itu.
Beberapa jalur yang menjadi fokus perhatian antara lain konektivitas Padang, Padang Panjang, Solok hingga Sawahlunto. Andre berharap proses aktivasi dapat segera direalisasikan agar infrastruktur perkeretaapian yang sudah ada kembali memberikan manfaat bagi masyarakat.
Andre juga menyampaikan harapan agar aktivasi jalur kereta api di Sumatera Barat dapat dilaksanakan pada Oktober mendatang. “Kalau bisa, 21 atau 22 Oktober kita launching,” ujarnya.
Menurut Andre, kepastian jadwal sangat penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai tahapan pelaksanaan. Ia pun meminta pihak terkait memberikan jawaban konkret mengenai waktu aktivasi jalur KA di Sumatera Barat.
Ia menilai pengaktifan kembali jalur kereta api tidak hanya akan memperkuat konektivitas antarwilayah, tetapi juga berpotensi mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Sumatera Barat.