DPR Mendesak Penangguhan Rektor UINSA Surabaya Akibat Polemik Kepemimpinan

Jakarta – Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak Menteri Agama untuk segera menangguhkan jabatan Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Prof Akhmad Muzakki. Desakan ini muncul menyusul polemik kepemimpinan yang dituntut mundur oleh mahasiswa universitas tersebut.

Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, membacakan kesimpulan rapat di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (22/9/2026), menyatakan, “Komisi VIII DPR RI mendesak Menag untuk segera menangguhkan jabatan rektor UINSA Surabaya 2026-2030 sehingga tak dapat melakukan konsolidasi dan membuat kebijakan strategis.” Selain itu, Komisi VIII juga meminta Menteri Agama untuk mengambil alih sementara kepemimpinan di UINSA Surabaya.

Apabila polemik ini tidak berhasil diselesaikan dalam kurun waktu satu minggu terhitung sejak 22 September 2026, Komisi VIII DPR RI mengancam akan membentuk panitia kerja (Panja). “Apabila dalam rentang 1 minggu terhitung mulai 22 September 2026 Menag tidak berhasil menyelesaikan permasalahan kepemimpinan di UINSA Surabaya, Komisi VIII DPR RI akan bentuk Panja,” ujar Marwan.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan akan segera menyelesaikan polemik ini. Ia memastikan akan ada keputusan terbaik terkait masalah kepemimpinan di UINSA Surabaya. “Kita akan segara selesaikan, Insyaallah. Iya, iya, kita sudah akan selesaikan,” kata Nasaruddin usai rapat.

Polemik ini berawal dari aksi unjuk rasa mahasiswa UINSA Surabaya yang menuntut rektor mundur. Sebagian mahasiswa bahkan memilih untuk menginap di kampus, mendirikan tenda di depan gedung rektorat. “Teman-teman ada yang beristirahat di sini, seperti tadi malam sudah ada yang beristirahat di sini di Posko Mahasiswa UINSA di depan Gedung Rektorat,” ujar Korlap Koko, dikutip dari DetikJatim, Senin (21/9).

Aksi mahasiswa tidak hanya berhenti pada penyegelan dan pendudukan kampus pada Senin pagi. Sekitar pukul 13.25 WIB pada hari yang sama, mahasiswa yang berunjuk rasa juga sempat masuk ke dalam gedung rektorat dan memasang sejumlah spanduk. “Yang kami mau Prof Muzakki segera turun, sadar. Sadar bahwa banyak keburukan, banyak hal-hal buruk terjadi semenjak awal periode sekalipun. Turun!” seru salah seorang mahasiswa.

Mahasiswa UINSA Surabaya telah menggelar aksi demonstrasi selama beberapa hari terakhir dengan membawa tuntutan yang mereka susun, yang dikenal sebagai tuntutan 1+7, ke DPR RI. Harapan mereka adalah agar Rektor Akhmad Muzakki segera turun dari jabatannya. Wakil Ketua Presiden Mahasiswa UINSA, Fadlurrrakhman Fazle Purwardana atau Ale, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada Komisi VIII DPR RI untuk memohon audiensi dengan Kemenag terkait pencopotan Muzakki dan perombakan sistem pemilihan rektor.

Tinggalkan komentar